Prabowo: Jika Harus Memilih, Saya Akan Berdiri Bersama Rakyat dan Selamatkan MBG

Prabowo menegaskan keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis lebih penting dari kepentingan individu. Ia mengaku berat mengganti pimpinan BGN, namun memilih berpihak pada rakyat.

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:15 WIB
Prabowo: Jika Harus Memilih, Saya Akan Berdiri Bersama Rakyat dan Selamatkan MBG
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis di SICC Bogor. Foto: Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepentingan rakyat menjadi pertimbangan utama dalam keputusannya mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), meski langkah tersebut diakuinya sangat berat secara pribadi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026).

Menurut Prabowo, Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia.

Karena itu, ia menilai setiap persoalan yang berpotensi mengganggu pelaksanaannya harus ditangani secara tegas.

“Saya harus memilih. Kalau dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan orang atau menyelamatkan program yang menyangkut rakyat banyak, saya akan berdiri bersama rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden mengaku memiliki hubungan kerja yang baik dengan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Namun, setelah menerima sejumlah laporan terkait pelaksanaan program, pemerintah memutuskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan lembaga tersebut.

Prabowo mengatakan dirinya meminta sejumlah lembaga melakukan pemeriksaan dan verifikasi atas berbagai informasi yang masuk. Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menyebut lembaga seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) turut dilibatkan dalam proses pendalaman.

Meski demikian, Prabowo menegaskan tidak ingin mencampuri proses hukum yang saat ini berjalan.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan independen.

Menurut Prabowo, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh bergantung pada figur tertentu. Yang terpenting adalah program tersebut tetap berjalan dengan baik demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“Program ini terlalu penting untuk gagal. Ini menyangkut kesehatan, pendidikan, dan masa depan bangsa,” katanya.

Presiden juga mengingatkan seluruh jajaran pelaksana MBG agar menjaga integritas dan amanah yang diberikan negara.

Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang dapat merugikan rakyat atau menghambat tujuan program.

Sebelumnya, Prabowo resmi mengganti Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026).

Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai kepala baru lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. (agn)