Prabowo Larang Telur Dadar dalam Menu MBG, Minta Disajikan Utuh untuk Jaga Kualitas Gizi

Presiden Prabowo Subianto melarang penggunaan telur dadar dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Telur harus disajikan utuh, baik ceplok maupun rebus, untuk memastikan kualitas dan kandungan gizi tetap terjaga

Jumat, 5 Juni 2026 - 6:01 WIB
Prabowo Larang Telur Dadar dalam Menu MBG, Minta Disajikan Utuh untuk Jaga Kualitas Gizi
Presiden Prabowo tegaskan telur dadar tak boleh lagi masuk menu MBG. (Kantor Staf Kepresidenan for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa telur dadar tidak boleh lagi digunakan dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta seluruh mitra penyedia makanan menyajikan telur dalam bentuk utuh agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Di hadapan ribuan pelaksana dan mitra MBG, Prabowo secara khusus menyoroti penyajian telur dalam menu makanan bagi siswa.

Menurutnya, telur dadar berpotensi dicampur berbagai bahan tambahan sehingga kandungan telur yang diterima anak-anak menjadi berkurang.

“Mitra-mitra yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku memahami praktik pengolahan telur dadar yang kerap dicampur dengan bahan lain, seperti tepung maupun bahan tambahan lainnya.

Karena itu, ia meminta telur disajikan dalam bentuk yang lebih mudah diawasi kualitas dan jumlahnya.

“Kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam. Tepungnya lebih banyak dari telurnya,” ujar Prabowo.

Sebagai solusi, Presiden meminta telur disajikan dalam bentuk ceplok atau rebus agar standar gizi yang diterima siswa dapat dipastikan sesuai ketentuan.

“Jadi telur harus utuh, ceplok atau rebus,” tegasnya.

Selain memberikan arahan kepada mitra penyedia makanan, Presiden juga meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kepala sekolah, serta para guru untuk turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan pihak sekolah penting untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan standar Program Makan Bergizi Gratis.

Prabowo secara khusus mengingatkan agar tidak ada lagi telur dadar maupun telur orak-arik dalam menu MBG.

Bahkan, telur rebus yang diberikan kepada siswa diminta sudah dalam kondisi dikupas agar lebih mudah dikonsumsi.

“Mendikdasmen, kepala sekolah, guru yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur orek-orek. Harus diceplok atau bulat dan dikupas juga kulitnya,” ujar Kepala Negara.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas dan standar gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan pelajar di Indonesia.

Dengan penyajian telur secara utuh, pemerintah berharap kandungan protein dan nilai gizi yang diterima siswa dapat lebih terukur dan terjamin. (opy)