OJK Beberkan Penyebab Dana Asing Kabur dari Pasar Modal RI

OJK jelaskan penyebab dana asing keluar dari pasar modal Indonesia, dipicu volatilitas global, risiko geopolitik, dan koreksi IHSG. Regulator sebut reformasi pasar modal kunci kembalikan kepercayaan investor.

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:15 WIB
OJK Beberkan Penyebab Dana Asing Kabur dari Pasar Modal RI
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ( Dok Yes Invest)

HALLONEWS.ID – Arus dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik kembali menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya ketidakpastian global yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi ke depan.

Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan volatilitas di pasar keuangan dalam negeri terjadi setelah sejumlah pengumuman dari indeks provider dan lembaga pemeringkat.

Kondisi itu diikuti koreksi signifikan IHSG serta aksi jual investor asing yang sempat mencatatkan outflow hingga Rp6,2 triliun dalam satu hari. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Market Outlook 2026 yang digelar CNBC Indonesia di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/3/2026).

Geopolitik Tekan Sentimen Global
Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki itu, tekanan terhadap pasar modal bukan semata berasal dari faktor domestik. Konflik antarnegara yang memicu gangguan rantai pasok global turut memengaruhi keberlanjutan usaha di berbagai sektor.

Ia menyinggung situasi di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran. Negara tersebut memiliki cadangan minyak besar dan menguasai jalur strategis di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik penting distribusi minyak dunia. Sebelumnya, pasar juga sempat mencermati ketegangan di Venezuela. Ketidakpastian ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global.

Lonjakan harga energi, lanjutnya, dapat memicu tekanan inflasi secara global. Dampaknya bisa menjalar pada kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara, sekaligus memperketat persaingan dalam memperebutkan aliran dana global.

Reformasi dan Langkah Antisipasi
Menghadapi dinamika tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal. Regulator terus melakukan diskusi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk menjalankan delapan rencana aksi yang dinilai kontekstual untuk memperkuat kepercayaan investor.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas industri jasa keuangan sekaligus meningkatkan daya tahan pasar modal Indonesia di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)

 

Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.