Paus Leo Serukan Dunia Hentikan Perang Iran: “Biarkan Bom Diam, Dialog Dimulai!”

Paus Leo menyerukan penghentian kekerasan di Iran dan Timur Tengah. Dalam doa Angelus di Vatikan, ia mengajak dunia menghentikan bom dan membuka jalan dialog demi perdamaian.

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:04 WIB
Paus Leo Serukan Dunia Hentikan Perang Iran: “Biarkan Bom Diam, Dialog Dimulai!”
Paus Leo memimpin doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (8/3/2026) dan menyerukan penghentian perang di Iran serta membuka jalan dialog demi perdamaian. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemimpin Gereja Katolik dunia Paus Leo XIV kembali mengangkat suara keras menentang perang yang semakin memanas di Iran dan kawasan Timur Tengah.

Dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Minggu (8/3/2026), Paus Leo menyerukan agar kekerasan segera dihentikan dan dunia memberi ruang bagi dialog.

Di hadapan sekitar 15.000 peziarah yang berkumpul di Vatikan, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk.

“Marilah kita berdoa agar deru bom berhenti, agar senjata-senjata bungkam, dan agar ruang untuk dialog terbuka, di mana suara rakyat dapat didengar,” kata Paus Leo seperti dikutip dari Vatican News.

Timur Tengah Diliputi Ketakutan

Dalam pesannya, Paus menggambarkan situasi di Iran dan wilayah sekitarnya sebagai lingkungan yang dipenuhi kekerasan, kehancuran, serta rasa takut yang semakin meluas.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi menyeret negara-negara tetangga ke dalam ketidakstabilan baru.

Salah satu negara yang ia sebut secara khusus adalah Lebanon, yang menurutnya berisiko kembali terjerumus ke dalam krisis.

Paus Leo menilai bahwa spiral konflik yang terus meningkat dapat menciptakan penderitaan besar bagi masyarakat sipil di seluruh kawasan.

Perdamaian Bukan Dibangun oleh Senjata

Pesan Paus Leo sejalan dengan seruan yang ia sampaikan pada doa Angelus minggu sebelumnya.

Saat itu, ia juga mengingatkan bahwa stabilitas dunia tidak akan tercapai melalui ancaman militer ataupun kekuatan senjata.

“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun dengan ancaman timbal balik atau dengan senjata yang menabur kehancuran dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Paus, dunia kini berada di ambang tragedi besar jika kekerasan terus dibiarkan meningkat tanpa kendali.

Ia bahkan memperingatkan bahwa konflik yang tidak dihentikan dapat berubah menjadi jurang krisis yang sulit diperbaiki.

“Saya memohon kepada semua pihak untuk mengambil tanggung jawab moral menghentikan spiral kekerasan sebelum berubah menjadi bencana yang tidak dapat diperbaiki,” katanya.

Doa untuk Korban Perang

Di akhir pesannya, Paus Leo mempercayakan doa perdamaian kepada Maria, yang ia sebut sebagai Ratu Perdamaian.

Ia memohon agar Maria mendoakan semua orang yang menjadi korban perang serta menuntun hati para pemimpin dunia menuju rekonsiliasi.

“Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga rakyat dapat hidup berdampingan secara damai dalam keadilan,” kata Paus.

Dengan suara penuh harapan, Paus Leo menutup pesannya dengan ajakan sederhana namun kuat kepada umat di seluruh dunia.

“Marilah kita terus berdoa untuk perdamaian.” (ren)