Pejabat BGN Pusat Semprot Peserta Rapat di Serang, Ucapan “Goblok” Picu Polemik

Rapat koordinasi BGN di Serang memanas setelah pejabat pusat melontarkan kata kasar kepada peserta, memicu kritik soal etika birokrasi.

Selasa, 21 April 2026 - 19:45 WIB
Pejabat BGN Pusat Semprot Peserta Rapat di Serang, Ucapan “Goblok” Picu Polemik
Rapat koordinasi BGN di Serang berlangsung tegang setelah terjadi adu argumen terkait pemahaman juknis dan data. Foto: Dokumen Hallonews

HALLONEWS.ID – Forum rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Kota Serang berubah tegang setelah seorang pejabat dari pusat meluapkan emosi di hadapan peserta.

Insiden tersebut terjadi dalam rapat yang dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah dinas terkait pada Selasa (21/4/2026).

Awalnya, kegiatan berlangsung normal. Namun suasana berubah ketika pejabat tersebut mulai mempertanyakan pemahaman peserta terhadap petunjuk teknis (juknis) dan data program yang dipaparkan.

Dengan nada tinggi, ia menilai peserta tidak mempersiapkan diri secara maksimal. Kritik yang disampaikan pun disertai dengan ucapan bernada kasar, termasuk kata “goblok” yang memicu reaksi di dalam forum.

Ia menegaskan bahwa data yang telah disajikan seharusnya bisa dipahami dan dijelaskan oleh peserta. Bahkan, ia menantang peserta untuk menunjukkan pemahaman mereka secara langsung.

Ia meminta satu orang yang benar-benar menguasai materi untuk menjelaskan di depan forum, dan menyatakan siap meninggalkan ruangan jika peserta mampu menjawab dengan baik.

Namun, tidak ada peserta yang merespons tantangan tersebut, sehingga suasana rapat menjadi hening dan canggung.

Selain menyoroti pemahaman teknis, pejabat tersebut juga mengkritik kompetensi peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk bidang gizi dan ketahanan pangan. Ia menilai masih banyak praktik di lapangan yang tidak sesuai standar.

Sorotan juga diarahkan pada aspek teknis, seperti standar suhu di ruang pemorsian serta kelengkapan fasilitas yang dinilai belum memenuhi ketentuan operasional. Peristiwa ini kemudian menuai perhatian publik.

Aktivis Banten, Suryana, menyayangkan sikap yang ditunjukkan dalam forum resmi tersebut.
Menurutnya, rapat koordinasi seharusnya menjadi ruang evaluasi yang konstruktif dan edukatif, bukan tempat meluapkan emosi.

“Forum resmi seharusnya menjadi ruang evaluasi yang sehat, bukan ajang melontarkan kata-kata yang merendahkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jika terdapat kekurangan dalam pemahaman teknis, hal tersebut seharusnya disampaikan melalui pendekatan pembinaan.

“Perbaiki dengan pendampingan dan edukasi, bukan dengan cara yang justru merusak suasana kerja,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut. (mes)