Perjalanan Global Buku MBG Polri Perkuat Gastrodiplomasi Indonesia

Setelah menjangkau Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari ekspansi diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.

Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB
Perjalanan Global Buku MBG Polri Perkuat Gastrodiplomasi Indonesia
Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku kepada Cecep Herawan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan yang berkedudukan di Seoul. Hallonews

HALLONEWS.ID – Perjalanan internasional buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Setelah menjangkau Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari ekspansi diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.

Kehadiran buku ini merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanan global yang sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, bersama Dedi Prasetyo selaku Wakapolri, dalam berbagai lawatan internasional.

Sejumlah kota dan forum dunia yang telah disinggahi antara lain London, World Economic Forum di Davos, Washington, D.C., Jeddah, hingga penguatan diplomasi di Jepang.

Wakapolri menegaskan bahwa perjalanan global buku ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia.

“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” ujar Dedi, Rabu (1/4/2026).

Perkembangan terbaru ini dilanjutkan oleh Dirgayuza Setiawan yang membawa semangat gastrodiplomasi Indonesia ke Korea Selatan melalui penyerahan buku terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kesempatan tersebut, Dirgayuza menyerahkan buku kepada Cecep Herawan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan yang berkedudukan di Seoul.

“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Beliau sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait pembelajaran dari implementasi di Korea Selatan,” ujar Dirgayuza.

Dia menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dalam skala nasional.

“Setiap tahun, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 triliun dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di sana, program ini telah menjadi bagian dari kultur, bahkan kerap ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa,” jelasnya.

Menurutnya, implementasi tersebut dilakukan secara bertahap melalui sistem dapur langsung di sekolah yang dibangun secara terstruktur.

“Melalui buku ini, kami berharap dapat memperkuat diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG bagi anak-anak sekolah,” tambahnya.

Lintasan Diplomasi Global

Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara kini membentuk lintasan diplomasi global yang kuat, meliputi:

  • London – Penguatan diplomasi kultural Indonesia di Eropa
  • Davos – Partisipasi dalam World Economic Forum sebagai showcase kebijakan berbasis budaya
  • Washington, D.C. – Mendukung diplomasi kenegaraan
  • Jeddah – Ekspansi pengaruh di Timur Tengah
  • Jepang – Penguatan kemitraan strategis Indonesia–Jepang
  • Korea Selatan – Ruang kolaborasi dan pembelajaran implementasi MBG

Setiap titik perjalanan menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar karya kuliner, melainkan instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan sebagai upaya menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi.

“Buku ini kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal,” tegas Dirgayuza.

Gastrodiplomasi sebagai Wajah Baru Indonesia

Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia yang merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.

Kini, dari London hingga Seoul, buku ini terus melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dari diplomasi bangsa.

Hal ini menegaskan peran Polri bersama pemerintah tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendorong inovasi, memperkuat kebijakan, serta memperkenalkan identitas Indonesia di panggung global. (min)