Plafon RSUD Berkah Pandeglang Ambruk saat Hujan, Pasien Panik Dievakuasi

Plafon ruang rawat inap RSUD Berkah Pandeglang ambruk saat hujan deras. Pasien sempat panik namun berhasil dievakuasi, tanpa korban jiwa.

Jumat, 10 April 2026 - 14:30 WIB
Plafon RSUD Berkah Pandeglang Ambruk saat Hujan, Pasien Panik Dievakuasi
Plafon ruang rawat inap RSUD Berkah Pandeglang ambruk saat hujan deras, Kamis malam (9/4/2026). Pasien langsung dievakuasi ke area aman. Foto: Dokumen Hallonews

HALLONEWS.ID – Insiden mengejutkan terjadi di ruang rawat inap RSUD Berkah, Kabupaten Pandeglang, ketika plafon bangunan tiba-tiba ambruk saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Peristiwa yang terjadi Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB itu sontak memicu kepanikan di antara pasien dan keluarga yang sedang berada di dalam ruangan.

Menurut salah satu keluarga pasien, Madani, kejadian berlangsung sangat cepat tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.

“Sedang hujan deras, tiba-tiba plafon jatuh. Semua kaget, langsung panik,” ujarnya.

Suara keras dari runtuhan material plafon membuat suasana di ruang perawatan menjadi ricuh. Sejumlah pasien yang tengah dirawat segera dipindahkan demi menghindari risiko lebih besar.

Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Petugas medis yang berjaga langsung bergerak cepat mengevakuasi pasien ke ruangan lain yang lebih aman. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan runtuhan lanjutan.

Diduga karena Material Sudah Rapuh

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Berkah, Sulaiman, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kondisi plafon yang sudah lama mengalami penurunan kualitas diduga menjadi penyebab utama.

“Plafon memang sudah mengalami kerusakan cukup lama. Kemungkinan materialnya sudah rapuh,” jelasnya.

Perbaikan Darurat dan Evaluasi Menyeluruh

Pihak rumah sakit segera melakukan penanganan darurat dengan menurunkan tim teknis untuk memperbaiki bagian plafon yang rusak.

Area terdampak kini telah diamankan sementara, dan manajemen RSUD menyatakan akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan, terutama di ruang pelayanan pasien.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa fasilitas kesehatan harus selalu dalam kondisi aman dan layak.

Sebagai tempat pelayanan vital, rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menjamin keselamatan fisik pasien dan tenaga kesehatan. (esa)