Andi Tanri Abeng, Penggerak Partisipasi Publik dan Reforma Agraria Inklusif di ATR/BPN
Profil Andi Tanri Abeng, Staf Ahli Menteri ATR/BPN yang mendorong partisipasi publik, sinergi daerah, dan digitalisasi layanan agraria.

HALLONEWS.ID – Di tengah percepatan pembangunan nasional, peran partisipasi masyarakat dalam sektor agraria menjadi semakin penting. Di balik upaya tersebut, sosok Andi Tanri Abeng hadir sebagai motor penggerak yang menjembatani kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Sebagai Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, ia memegang peran strategis dalam memastikan kebijakan pertanahan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga dipahami dan didukung oleh publik luas.
Bagi Andi Tanri Abeng, keberhasilan kebijakan agraria sangat ditentukan oleh komunikasi yang efektif.
Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif melalui sosialisasi langsung, pemanfaatan media digital, hingga kolaborasi dengan tokoh masyarakat.
“Peran kami adalah memastikan komunikasi publik berjalan efektif, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya kepada Hallonews.id, di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Pendekatan ini menjadi penting agar berbagai program pemerintah tidak hanya diketahui, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sinergi Pusat dan Daerah sebagai Fondasi
Dalam implementasinya, ia melihat pemerintah daerah sebagai mitra utama. Program strategis seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), reforma agraria, hingga pengadaan tanah untuk pembangunan sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, penyusunan dokumen tata ruang seperti RTRW dan RDTR juga menjadi kunci dalam mendorong investasi dan pembangunan wilayah.
Namun, ia mengakui masih ada tantangan, mulai dari perbedaan prioritas pembangunan hingga keterbatasan sumber daya dan integrasi data.
“Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi agenda penting yang terus kami dorong,” tegasnya.
Partisipasi Masyarakat sebagai Kunci Keberhasilan
Menurut Andi, keberhasilan program agraria tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan masyarakat.
Dalam program seperti PTSL, peran warga sangat vital, mulai dari pemasangan batas tanah hingga proses administrasi.
Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak hanya dilihat dari angka capaian, tetapi juga dampak nyata.
Mulai dari meningkatnya pendaftaran tanah, menurunnya sengketa, percepatan penyusunan RDTR, hingga meningkatnya kepuasan layanan publik.
Dorong Transformasi Digital Layanan

Seiring perkembangan teknologi, ATR/BPN terus melakukan transformasi digital.
Berbagai platform seperti Sentuh Tanahku, GISTARU, dan BHUMI dikembangkan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan.
Digitalisasi ini memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi pertanahan sekaligus mempercepat proses layanan yang sebelumnya dikenal rumit.
Semangat Kartini dan Peran Perempuan
Dalam momentum Hari Kartini, Andi juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam sektor agraria.
Ia menegaskan bahwa perempuan kini memiliki ruang yang semakin luas dalam kepemimpinan dan bidang teknis di ATR/BPN.
Meski demikian, tantangan seperti stereotip, beban ganda, dan tuntutan kerja lapangan masih menjadi realitas yang dihadapi.
Kementerian ATR/BPN pun terus mendorong lingkungan kerja yang inklusif melalui kebijakan antidiskriminasi dan perlindungan terhadap pekerja perempuan.
Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya akses kepemilikan tanah yang adil bagi perempuan dan kelompok rentan.
“Pembangunan agraria yang berkeadilan hanya bisa tercapai jika semua pihak mendapatkan akses dan perlindungan yang setara,” ujarnya.
Jejak Karier dan Dedikasi
Sebelum menjabat sebagai staf ahli menteri, Andi Tanri Abeng memiliki rekam jejak panjang di ATR/BPN.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami kompleksitas persoalan agraria di berbagai daerah.
Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup pandangannya, Andi menyampaikan pesan yang sejalan dengan semangat Kartini.
Perempuan, menurutnya, bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi juga penggerak utama perubahan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, serta dukungan teknologi, ia optimistis reforma agraria dapat menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (agn)
