Polisi Senior Jadi Tersangka Penganiayaan Junior hingga Tewas di Asrama Polda Sulsel

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menetapkan satu polisi berpangkat Bripda sebagai tersangka kasus penganiayaan sesama anggota hingga tewas di Asrama Polda Sulawesi Selatan, Makassar.

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:30 WIB
Polisi Senior Jadi Tersangka Penganiayaan Junior hingga Tewas di Asrama Polda Sulsel
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang anggota polisi di Makassar akhirnya menemui titik terang.

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menetapkan satu tersangka dalam peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan Asrama Polisi kompleks Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengumumkan bahwa tersangka berinisial P, berpangkat Bripda, merupakan senior dari korban Bripda DP.

“Sudah kami amankan satu orang tersangka sesuai pengakuan yang dilakukan. Namun, kami tidak berhenti sampai di situ. Kemungkinan keterlibatan pihak lain masih kami dalami,” ujar Djuhandhani dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah tim gabungan dari Direktorat Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.

Sejauh ini, enam orang saksi telah diperiksa secara intensif. Lima personel lainnya, termasuk rekan satu angkatan dan senior korban, masih dalam proses pendalaman untuk memastikan peran masing-masing.

Kapolda menegaskan bahwa proses hukum berjalan berdasarkan bukti dan fakta di lapangan.

“Kalau memang tidak bersalah, tentu tidak boleh dihukum. Tapi kalau terbukti, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam perkembangan penyelidikan, sempat muncul klaim bahwa korban membenturkan kepalanya sendiri. Namun, Kapolda memastikan informasi tersebut tidak terbukti.
Penyidik tetap fokus pada alat bukti dan hasil pemeriksaan saksi untuk mengungkap peristiwa sebenarnya.

Selain proses pidana, tersangka juga akan menjalani sidang etik dalam waktu dekat sebagai bagian dari mekanisme internal kepolisian.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan internal kepolisian. Polda Sulsel memastikan penanganan dilakukan secara transparan dan profesional. (min)