Profil Cole Allen Terungkap: Dari Insinyur hingga Jadi Pelaku Penembakan di Acara Trump
Cole Allen (31), lulusan teknik dan pengembang game, menjadi pelaku penembakan di acara Trump di Washington DC. Polisi ungkap perjalanan, senjata, dan dugaan motif.

HALLONEWS.ID — Nama Cole Allen mendadak menjadi sorotan publik setelah aksinya mengguncang acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington DC, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
Pria berusia 31 tahun asal Torrance, California itu bukan sosok dengan latar belakang kriminal. Justru sebaliknya, ia dikenal memiliki rekam jejak akademis yang kuat di bidang teknik dan teknologi. Namun, semua itu berubah drastis ketika ia nekat menerobos pengamanan dan melepaskan tembakan di acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Berdasarkan penelusuran aparat, Cole Allen merupakan lulusan teknik mesin dari California Institute of Technology. Ia juga mengantongi gelar master di bidang ilmu komputer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Allen bekerja di lembaga pendidikan sekaligus mengembangkan proyek game independen. Profil daringnya bahkan menggambarkan dirinya sebagai sosok kreatif dengan minat di bidang teknologi dan pengembangan perangkat lunak.
Namun, latar belakang tersebut justru berbanding terbalik dengan aksi yang ia lakukan.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa Allen tidak datang secara tiba-tiba. Ia melakukan perjalanan panjang sebelum tiba di Washington DC.
Dari Los Angeles, ia bergerak menuju Chicago, lalu melanjutkan perjalanan ke ibu kota Amerika Serikat. Setibanya di sana, ia menginap di Hotel Washington Hilton—lokasi yang sama dengan digelarnya acara makan malam tersebut.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksinya telah direncanakan sebelumnya.
Saat diamankan, polisi menemukan Allen membawa sejumlah senjata, mulai dari senapan, pistol, hingga beberapa pisau.
Kepala Polisi Sementara Washington DC, Jeffrey Carroll, menjelaskan bahwa pelaku sempat terlibat perkelahian ketika mencoba masuk ke area acara.
Situasi kemudian memanas menjadi baku tembak. “Satu agen terkena tembakan, tetapi selamat karena menggunakan rompi antipeluru,” ujarnya.
Allen akhirnya dilumpuhkan oleh petugas dan langsung diamankan di lokasi kejadian.
Motif di balik aksi tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, penjabat Jaksa Agung AS Todd Blanche mengungkap indikasi awal bahwa target pelaku adalah pejabat pemerintah.
“Termasuk kemungkinan presiden,” katanya.
Presiden Donald Trump sendiri menyebut pelaku sebagai “orang gila penyendiri” dan mengakui bahwa dirinya bisa saja menjadi sasaran.
Saat ini, Cole Allen telah ditahan dan didakwa atas kepemilikan senjata api ilegal serta penyerangan terhadap aparat.
Jaksa AS Jeanine Pirro menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, aparat masih mendalami kemungkinan adanya motif lain maupun faktor yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
Meski sempat memicu kepanikan di antara ribuan tamu, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Agen Secret Service yang terkena tembakan dilaporkan dalam kondisi selamat.
Pihak berwenang juga memastikan bahwa Cole Allen bertindak seorang diri. Namun, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan. (ren)
