Senator Filipina Ditangkap karena Skandal Proyek Banjir
Senator Filipina Jinggoy Estrada ditangkap terkait skandal korupsi proyek pengendalian banjir. Ia diduga menerima suap lebih dari Rp150 miliar dari proyek infrastruktur pemerintah.

HALLONEWS.ID – Filipina kembali diguncang kasus korupsi besar yang menyeret salah satu tokoh politik paling berpengaruh di negara itu.
Senator Jose “Jinggoy” Estrada ditangkap setelah pengadilan antikorupsi mengeluarkan surat perintah penahanan terkait dugaan suap dalam proyek pengendalian banjir bernilai miliaran peso.
Penangkapan tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026) ketika Estrada menyerahkan diri kepada pihak berwenang.
Ia jadi senator aktif pertama yang ditahan dalam penyelidikan besar yang tengah dilakukan pemerintah Filipina terhadap dugaan korupsi proyek infrastruktur pengendalian banjir.
Berdasarkan dakwaan yang diajukan Kantor Ombudsman Filipina, Estrada diduga menerima komisi ilegal atau kickback sebesar 573 juta peso Filipina, setara lebih dari Rp150 miliar. Dana tersebut disebut berasal dari sejumlah proyek pengendalian banjir yang didanai pemerintah.
Kasus ini bermula dari audit dan investigasi nasional terhadap proyek-proyek pengendalian banjir yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Pemerintah menemukan indikasi penyimpangan anggaran, kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, hingga dugaan proyek fiktif yang tetap menerima pencairan dana negara.
Pihak penegak hukum menjerat Estrada dengan tuduhan korupsi dan plunder. Dalam sistem hukum Filipina, plunder merupakan tindak pidana korupsi besar yang melibatkan penyalahgunaan dana publik dalam jumlah sangat besar. Jika terbukti bersalah, terdakwa dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Meski demikian, Estrada membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan siap menghadapi proses hukum dan membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam praktik korupsi sebagaimana yang dituduhkan.
Skandal ini menjadi perhatian luas masyarakat Filipina karena proyek pengendalian banjir merupakan program strategis yang bertujuan melindungi warga dari bencana tahunan.
Banyak pihak menilai dugaan penyelewengan dana tersebut telah merugikan masyarakat yang seharusnya mendapat manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya telah memerintahkan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek pengendalian banjir setelah muncul laporan mengenai dugaan penyimpangan anggaran.
Penyelidikan kini terus berkembang dan disebut berpotensi menyeret sejumlah pejabat pemerintah, kontraktor, serta politisi lainnya.
Penangkapan Jinggoy Estrada menambah panjang daftar kasus korupsi yang melibatkan elite politik Filipina. Publik kini menanti proses persidangan yang akan menentukan apakah senator berpengaruh tersebut benar-benar terbukti terlibat dalam skema korupsi proyek banjir terbesar dalam beberapa tahun terakhir.(wib)
