TPN XIII Bogor 2026 Ungkap Strategi Guru Temukan Bakat Siswa di Era AI
Temu Pendidik Nusantara XIII di Bogor pada 13–14 Juni 2026 mengajak guru beradaptasi dengan AI, menggali bakat siswa, dan mengangkat potensi lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

HALLONEWS.ID – Peran guru di era digital semakin berkembang. Tidak lagi sekadar menyampaikan materi pelajaran, pendidik kini dituntut mampu menemukan, mengasah, dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki setiap siswa.
Semangat tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang akan digelar di Kota Bogor pada 13–14 Juni 2026.
Kegiatan ini mempertemukan guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pegiat pendidikan dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
Mengusung tema pengembangan kompetensi peserta didik melalui potensi lokal menuju panggung global, TPN XIII mendorong lahirnya pendekatan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
PIC TPN XIII Kota Bogor, Faqih Hidayatullah, menilai setiap anak memiliki kemampuan unik yang perlu dikenali dan dikembangkan sejak dini.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa mengembangkan bakat, kreativitas, serta karakter yang dimiliki.
“Potensi lokal yang dimiliki peserta didik dapat menjadi kekuatan besar untuk dikenal hingga tingkat dunia apabila mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, peran guru juga mengalami transformasi. Akses informasi yang semakin mudah membuat guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan.
Sebaliknya, guru berperan sebagai mentor yang membimbing siswa dalam membangun karakter, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan masa depan.
Koordinator Cerdas Cermat Guru (CCG) TPN XIII Kota Bogor, Rita Rachmawati, mengatakan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan saat ini.
Menurutnya, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam mendukung proses belajar mengajar.
Selama dua hari pelaksanaan, TPN XIII akan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari kelas pendidik, kelas pemimpin, hingga kelas kompetensi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas para tenaga pendidik.
Selain itu, akan digelar Cerdas Cermat Guru yang menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang sering ditemui di lingkungan sekolah. Kompetisi ini berbeda dari lomba akademik pada umumnya karena lebih menitikberatkan pada kemampuan profesional dan pengambilan keputusan.
TPN XIII juga menjadi ajang apresiasi bagi kreativitas peserta didik melalui pameran karya siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Beragam inovasi dan hasil karya akan ditampilkan sebagai bukti bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, panitia juga mengadakan penggalangan dana beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung lahirnya generasi unggul Indonesia.
Melalui kolaborasi antara guru, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, TPN XIII diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. (opy)
