Tragis! 2 Bule Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Dua WNA korban erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara, ditemukan tewas tertimbun pasir vulkanik dalam operasi SAR hari ketiga. Seluruh korban hilang kini berhasil ditemukan.

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:06 WIB
Tragis! 2 Bule Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
Tim SAR gabungan mengevakuasi kedua WNA yang tewas tertimbun pasir vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Foto: BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5/2026).

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material vulkanik di sekitar lereng gunung. Penemuan itu sekaligus menutup operasi pencarian yang berlangsung sejak insiden erupsi terjadi.

Sebelumnya, satu korban lebih dulu ditemukan meninggal dunia sehari sebelumnya. ”Dua korban
merupakan warga negara asing (WNA) berinisial HWQT dan SMBAH,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim SAR harus menggali material pasir vulkanik yang menimbun tubuh korban dengan kedalaman cukup tebal di tengah aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih fluktuatif.

Petugas bergerak hati-hati karena letusan dan semburan abu vulkanik masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu. “Evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ucapnya.

Sebelumnya, tim gabungan telah memetakan titik dugaan lokasi korban menggunakan koordinat GPS untuk mempercepat proses pencarian di area terdampak erupsi. Sebanyak 98 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Mereka berasal dari Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI, Polairud, Brimob, PMI, hingga relawan masyarakat setempat. Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 pendaki lainnya berhasil selamat.

Mereka terdiri dari wisatawan asing asal Singapura dan sejumlah warga negara Indonesia. Dua korban selamat bahkan ikut membantu proses pencarian dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan rombongan sebelum situasi berubah erupsi.

Setelah seluruh korban ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menuju pos penanganan darurat sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mempertegas larangan aktivitas pendakian Gunung Dukono. Penutupan jalur pendakian kini diberlakukan permanen menyusul tingginya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Dukono sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (dul)