Update Kecelakaan Bekasi Timur: 12 Korban Dirawat, Polisi Periksa 39 Saksi
Sebanyak 12 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih dirawat di tujuh rumah sakit. Polisi telah memeriksa 39 saksi untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

HALLONEWS.ID – Sebanyak 12 korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Penyidik terus mendalami penyebab insiden maut tersebut dengan memeriksa puluhan saksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, para korban saat ini tersebar di tujuh rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi hingga Jakarta. “Masih ada 12 korban yang menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit,” kata Budi, Minggu (10/5/2026).
Dari jumlah tersebut, lima korban dirawat di RSUD Kota Bekasi. Kemudian masing-masing satu korban berada di RS Mitra Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, RS MMC Kuningan Jakarta, RS Primaya Barat, dan Eka Hospital Harapan Indah.
Sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di RS Primaya Bekasi Timur.
Di tengah proses pemulihan korban, aparat kepolisian juga terus mengusut penyebab kecelakaan yang terjadi di jalur kereta kawasan Bekasi Timur tersebut.
Hingga saat ini, sebanyak 39 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka terdiri dari pelapor, korban selamat, warga di sekitar lokasi kejadian, hingga pihak-pihak yang berkaitan dengan operasional transportasi dan perkeretaapian.
Saksi yang diperiksa meliputi satu pelapor, dua saksi dalam laporan polisi, sebelas korban, delapan warga sekitar lokasi, dua pihak pengemudi dan operasional kendaraan, delapan petugas operasional perkeretaapian, tiga saksi dari instansi terkait, serta empat saksi dari taksi online.
Pemeriksaan berikutnya akan lebih difokuskan pada aspek teknis operasional kereta api dan keterkaitan pihak transportasi online dalam insiden tersebut. “Pemeriksaan lanjutan difokuskan pada unsur teknis perkeretaapian, pihak berkaitan operasional kendaraan taksi online,” tegasnya.
Untuk diketahui, pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak rangkaian KRL Commuter Line PLB 5568A yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Tabrakan keras menyebabkan gerbong khusus perempuan di bagian belakang KRL ringsek parah. Bagian depan lokomotif kereta jarak jauh merangsek hingga setengah badan gerbong. Sejumlah penumpang terjepit, 16 penumpang meninggal dan 90 orang mengalami luka-luka.
Jalur lintas Bekasi–Cikarang lumpuh total. Kejadian ini merupakan rentetan peristiwa berantai. Diawali kejadian taksi listrik Green SM mogok dan tertemper KRL di Jalur Pelintasan Langsung 85 dekat kawasan Bulak Kapal.
Hal tersebut mengharuskan KRL 5568A berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dugaan sementara, masinis KA jarak jauh tidak merespons sinyal aspek merah penanda harus berhenti. Akibatnya, terjadi tabrakan yang tak terhindarkan. (dul)
