Transformasi Berkelanjutan Bawa PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY
PLN Enjiniring mencatatkan pengakuan strategis dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026, seiring transformasi engineering dan penguatan kontribusi terhadap sistem ketenagalistrikan nasional.

HALLONEWS.ID – Transformasi menyeluruh di bidang engineering mengantarkan PLN Enjiniring meraih pengakuan strategis di tingkat nasional.
Anak usaha PT PLN (Persero) tersebut memborong dua penghargaan utama dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026, yang menilai kinerja korporasi berbasis dampak, inovasi, dan keberlanjutan.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menilai capaian tersebut menjadi validasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
“Transformasi yang dijalankan tidak bersifat parsial, melainkan mencakup penataan organisasi, digitalisasi proses kerja, hingga pembenahan budaya perusahaan,” katanya dalam keterangan resmi pada Kamis (26/2/2026).
Chairani menjelaskan, fokus utama transformasi diarahkan pada penguatan sumber daya manusia melalui program capacity building berkelanjutan dan pengembangan kemitraan strategis.
Ia menegaskan bahwa talenta engineering yang adaptif dan unggul menjadi fondasi utama agar transformasi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi sektor energi nasional.
“Selain perubahan struktural dan sistem kerja, PLN Enjiniring juga mendorong penguatan budaya kolaboratif dan profesional yang berorientasi pada keunggulan,” ujarnya.
“Pendekatan tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan institusi pendidikan, mitra global, serta pelaku industri guna meningkatkan kapasitas teknis dan daya saing SDM engineering,” tambahnya.
Dewan juri ITAY menilai strategi transformasi tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan reliabilitas sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.
Salah satu anggota dewan juri, Martani Huseini, menekankan bahwa sektor energi membutuhkan kombinasi kepemimpinan visioner dan kompetensi engineering yang kuat untuk menopang pembangunan nasional.
Sementara itu, Founder ITAY Arief Hidayat Thamrin menyampaikan bahwa institusi yang terpilih merupakan entitas yang tidak hanya unggul secara teknis.
“Kami harap juga mampu beradaptasi dan menciptakan dampak nyata bagi keberlanjutan energi Indonesia,” pungkasnya. (fer)
