Update Gempa Sulteng, BNPB: 7 Kecamatan dan 30 Desa di Kabupaten Sigi Terdampak Parah
BNPB melaporkan 7 kecamatan dan 30 desa di Kabupaten Sigi terdampak gempa Sulawesi Tengah. Ribuan rumah rusak dan ribuan warga terdampak.

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana tersebut menjangkau tujuh kecamatan dan 30 desa di wilayah tersebut. Hingga kini pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan di lokasi bencana.
”1.074 rumah mengalami rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat di Kabupaten Sigi. Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga, tetapi juga menyasar berbagai fasilitas publik,” kata Abdul Muhari, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, sebanyak 33 fasilitas ibadah, empat gedung perkantoran, dan dua bangunan sekolah dilaporkan terdampak akibat guncangan gempa. Selain itu, satu jembatan di wilayah Sigi juga mengalami dampak yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
BNPB mencatat satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi di Kabupaten Sigi. Di sisi lain, wilayah ini menjadi daerah dengan jumlah penduduk terdampak terbesar sekitar 1.813 kepala keluarga, dari total 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa yang terdampak.
Secara keseluruhan, gempa berdampak pada empat kabupaten dan satu kota, meliputi Kabupaten Sigi, Poso, Parigi Moutong, Donggala, serta Kota Palu. Total terdapat 10 kecamatan dan 33 desa yang masuk dalam wilayah terdampak utama.
“Selain kerusakan di Sigi, kami melaporkan 20 rumah terdampak di Kota Palu, sementara di Kabupaten Poso terdapat lima rumah terdampak, termasuk tiga rumah rusak ringan,” ungkapnya.
Di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sedangkan pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung. Dampak gempa juga dirasakan pada infrastruktur vital.
Kemudian Jembatan III Palu dilaporkan mengalami keretakan struktural, sedangkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso mengalami ambles sehingga sempat menghambat jalur distribusi darat.
Di sektor kesehatan, pasien di RS Anuta Pura Palu dan RSUD Poso dievakuasi ke area yang lebih aman sebagai langkah antisipasi, sementara pelayanan darurat dilakukan melalui pendirian tenda di ruang terbuka.
Bencana ini berdampak pada empat kabupaten dan satu kota, meliputi 10 kecamatan dan 33 desa.
1. Kabupaten Sigi (Wilayah Terdampak Terparah)
Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar. BNPB mencatat gempa memengaruhi 7 kecamatan dan 30 desa di wilayah tersebut.
Kerusakan yang terdata meliputi:
– 1.074 rumah rusak ringan (RR)
– 110 rumah rusak sedang (RS)
– 30 rumah rusak berat (RB)
– 33 fasilitas ibadah terdampak
– 4 gedung perkantoran terdampak
– 2 sekolah terdampak
– 1 jembatan terdampak
Selain itu, satu korban meninggal dunia teridentifikasi di Kabupaten Sigi. Jumlah warga terdampak di wilayah ini mencapai sekitar 1.813 kepala keluarga, menjadikannya daerah dengan dampak paling signifikan.
2. Kota Palu
Di Kota Palu, BNPB mendata:
– 20 rumah terdampak
– 1 fasilitas umum terdampak
– 1 tempat usaha terdampak
– 1 hotel terdampak
– Jembatan III Palu mengalami keretakan struktural dan masih dalam peninjauan oleh tim teknis.
– Dari sisi korban, tercatat dua orang mengalami luka ringan.
3. Kabupaten Poso
Di Kabupaten Poso, dampak sementara yang berhasil dihimpun meliputi:
– 5 rumah terdampak
– 3 rumah mengalami rusak ringan
– 1 ruas jalan mengalami ambles, mengganggu akses transportasi darat.
– BNPB juga mencatat satu korban luka di wilayah ini.
4. Kabupaten Parigi Moutong
Gempa turut berdampak di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya di Kecamatan Torue dan Kecamatan Parigi Selatan.
Data sementara menunjukkan:
– Sekitar 15 rumah mengalami kerusakan
– 21 kepala keluarga terdampak
– Pendataan terhadap fasilitas umum dan infrastruktur di wilayah ini masih terus dilakukan.
5. Kabupaten Donggala
Kabupaten Donggala juga masuk dalam wilayah terdampak, namun hingga kini BNPB menyatakan proses pendataan masih berlangsung.
Asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas publik, dan infrastruktur masih dilakukan sehingga data diperkirakan akan terus diperbarui.
BNPB menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan asesmen di lapangan. Pemerintah bersama tim gabungan saat ini fokus melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, dan pemulihan akses. (dul)
