WHO Konfirmasi 10 Kasus Hantavirus Global, Kru MV Hondius Dilaporkan Bebas Gejala

WHO mengonfirmasi 10 kasus hantavirus global terkait kapal ekspedisi MV Hondius. Tiga orang meninggal dunia, sementara seluruh kru kapal masih bebas gejala

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:00 WIB
WHO Konfirmasi 10 Kasus Hantavirus Global, Kru MV Hondius Dilaporkan Bebas Gejala
Poster kasus hantavirus yang menyerang sejumlah negara. (Foto: WHO for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi terdapat 10 kasus hantavirus global yang berkaitan dengan kapal ekspedisi MV Hondius. Meski tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, seluruh kru kapal hingga kini disebut masih bebas gejala.

Laporan tersebut disampaikan WHO dalam pembaruan terbaru terkait penyebaran Andes virus, salah satu jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak erat.

Kasus ini bermula dari perjalanan kapal ekspedisi MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju wilayah Antartika pada April 2026. Sejumlah penumpang kemudian mengalami gejala serius setelah perjalanan berakhir.

WHO sebelumnya sempat mencatat 11 kasus, namun angka tersebut direvisi menjadi 10 setelah seorang penumpang asal Amerika Serikat dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan.

Dari total kasus yang terkonfirmasi, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri atas pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran global masih tergolong rendah dan belum ada indikasi wabah berkembang menjadi pandemi.

“Tidak ada bukti bahwa virus mengalami mutasi yang meningkatkan penularan atau tingkat keparahan,” tulis WHO dalam laporan resminya.

WHO juga menekankan bahwa situasi ini berbeda dengan pandemi Covid-19 karena pola penyebaran hantavirus jauh lebih terbatas.

Sementara itu, seluruh kru MV Hondius yang sempat melakukan kontak dengan para penumpang masih berada dalam pemantauan kesehatan dan belum menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Sejumlah negara kini meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang pernah berada di kapal tersebut. Australia dilaporkan menempatkan beberapa penumpang dalam karantina selama tiga minggu sebagai langkah antisipasi.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan juga melakukan pelacakan kontak dan pemantauan medis terhadap orang-orang yang memiliki riwayat interaksi dengan pasien terinfeksi.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang biasanya ditularkan melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan berat.

Untuk varian Andes virus, penularan antarmanusia memang pernah tercatat meski kasusnya sangat jarang terjadi.

Hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk mengatasi hantavirus. Karena itu, WHO merekomendasikan pemantauan ketat dan karantina bagi individu yang memiliki kontak erat dengan pasien positif.

WHO memastikan pemantauan internasional terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas, namun masyarakat diminta tidak panik karena wabah dinilai masih terkendali.(wib)