Prabowo Puji Kinerja Mentan Amran, Indonesia Kini Jadi Rebutan Pasokan Pupuk Dunia

Prabowo Subianto memuji kinerja Andi Amran Sulaiman usai Indonesia mulai dipercaya banyak negara memasok pupuk dan pangan di tengah krisis global.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:30 WIB
Prabowo Puji Kinerja Mentan Amran, Indonesia Kini Jadi Rebutan Pasokan Pupuk Dunia
Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Mentan Andi Amran Sulaiman dan jajarannya. Foto: YouTube Setpres for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pujian khusus kepada Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian atas capain sektor pangan nasional yang dinilai semakin kuat di tengah tekanan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti perubahan posisi Indonesia yang kini mulai dipercaya sejumlah negara untuk membantu memenuhi kebutuhan pupuk dan pangan dunia.

Menurut Prabowo, situasi global saat ini tengah menghadapi ketidakpastian besar akibat konflik geopolitik, termasuk dampak perang di Timur Tengah terhadap distribusi energi dunia.

“Selat Hormuz ditutup. Dua puluh persen BBM dunia lewat situ. Dampaknya ke mana-mana, termasuk pupuk karena bahan bakunya banyak berasal dari minyak dan gas,” ujar Prabowo.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia justru dinilai berada dalam posisi yang lebih siap dibanding sejumlah negara lain. Presiden menyebut laporan dari Kementerian Pertanian menunjukkan banyak negara mulai meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia.

“Australia minta tolong kita. Filipina minta, India minta, Bangladesh minta, Brasil juga minta. Perintah saya bantu semua,” katanya.

Prabowo mengungkapkan Australia bahkan telah menjalin kerja sama pembelian pupuk urea dari Indonesia hingga ratusan ribu ton. Langkah tersebut disebut menjadi bukti meningkatnya daya saing sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

Selain pupuk, Indonesia juga mulai dilirik sebagai pemasok beras oleh sejumlah negara. Menurut Prabowo, kondisi itu menjadi hasil dari penguatan sektor pertanian yang selama ini terus dilakukan pemerintah.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada pangan. Kalau kita tidak cepat membenahi pertanian kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus memuji kinerja Amran yang dinilainya memahami persoalan petani karena memiliki latar belakang keluarga petani.

“Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Dia anak petani, jadi paham persoalan di lapangan. Saya telepon selalu sedang bekerja di daerah,” kata Prabowo.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta jajaran Kementerian Pertanian yang dianggap berhasil memperkuat fondasi pangan nasional.

Sebelumnya, Indonesia mencatat capaian baru lewat ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen kerja sama mencapai 250 ribu ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500 ribu ton senilai sekitar Rp7 triliun.

Ekspor tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan regional hingga global di tengah krisis rantai pasok dunia. (agn)