Jelang Lebaran dan Nyepi, Satgas Pangan Pantau 37.857 Titik di Seluruh Indonesia, Harga Beras Turun tapi Minyakita Masih Mahal

Satgas Pangan melakukan 37.857 pemantauan di 38 provinsi jelang Lebaran dan Nyepi 2026. Stok pangan dinilai aman, namun harga Minyakita dan cabai masih di atas harga acuan.

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:30 WIB
Jelang Lebaran dan Nyepi, Satgas Pangan Pantau 37.857 Titik di Seluruh Indonesia, Harga Beras Turun tapi Minyakita Masih Mahal
Ketua Pengarah Satgas Pangan Pusat yang juga Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Syahardiantono memberi pengarahan pada tim pangan. Foto: Mabes Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 2026, pemerintah memperketat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok di seluruh Indonesia.

Satuan Tugas (Satgas) Pangan mencatat telah melakukan 37.857 kegiatan pemantauan di 38 provinsi selama periode 5 Februari hingga 4 Maret 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman serta menjaga stabilitas harga menjelang momen meningkatnya konsumsi masyarakat.

Ketua Pengarah Satgas Pangan Pusat yang juga Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari produsen hingga pedagang di tingkat pasar.

“Satgas Pangan terus melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah Indonesia. Kami memastikan pasokan pangan tersedia dan harga tetap stabil, sekaligus menindak tegas pelaku usaha yang melakukan pelanggaran,” ujar Syahardiantono dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Pemantauan tersebut mencakup berbagai pelaku usaha pangan, seperti produsen, distributor, agen, grosir, hingga pedagang pengecer di pasar tradisional dan ritel modern.

Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan aktivitas pemantauan tertinggi, mencapai 4.791 kegiatan. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Selatan dengan 3.207 kegiatan, Riau 2.919 kegiatan, Jawa Tengah 2.902 kegiatan, dan Jawa Timur sebanyak 2.500 kegiatan.

Sebagian besar pengawasan dilakukan pada pedagang pengecer yang mencapai 25.426 titik pemantauan, disusul ritel modern sebanyak 5.804 titik dan grosir atau toko besar sebanyak 3.744 titik.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi pasokan pangan nasional dinilai relatif aman meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas.

Harga beras premium dan beras medium secara nasional tercatat mengalami tren penurunan dan bahkan di sejumlah daerah sudah berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Namun demikian, beberapa komoditas masih berada di atas harga acuan. Minyak goreng kemasan sederhana Minyakita misalnya, masih dijual di atas HET meskipun trennya mulai menurun.

Selain itu, bawang merah dan cabai rawit merah juga masih mencatat harga relatif tinggi. Rata-rata harga cabai rawit merah nasional tercatat berkisar antara Rp61.888 hingga Rp70.271 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam ras mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram, sementara harga daging ayam ras naik tipis.

Di sisi lain, harga daging sapi justru mengalami penurunan menjadi sekitar Rp139.801 per kilogram, berada di bawah harga acuan.

Ketua Pelaksana Satgas Pangan sekaligus Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pengawasan dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pengawasan dilakukan berlapis untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” katanya.

Dalam periode pengawasan tersebut, Satgas Pangan juga menemukan sejumlah pelanggaran. Sebanyak 518 surat teguran telah diberikan kepada pelaku usaha, sementara empat kasus ditingkatkan ke proses hukum oleh aparat kepolisian.

Pemerintah juga terus melakukan intervensi melalui operasi pasar, penguatan distribusi pangan, serta penyaluran 34.636 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga harga tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.

Dengan pengawasan yang diperketat dan koordinasi lintas instansi, pemerintah optimistis pasokan pangan tetap aman dan harga tetap terkendali hingga perayaan Lebaran dan Nyepi tahun ini.(gin)