Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tapi Ancam Kapal AS dan Israel Tetap Jadi Target

Iran kembali membantah laporan penutupan Selat Hormuz. Namun kapal yang terkait dengan AS dan Israel diperingatkan berpotensi menjadi target di tengah memanasnya konflik.

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:31 WIB
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tapi Ancam Kapal AS dan Israel Tetap Jadi Target
Iran bantah memblokade Selat Hormuz (Dok CGTN)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak dunia, tetap terbuka bagi kapal internasional.

Pernyataan ini muncul setelah beredar laporan yang menyebut Iran telah menutup selat tersebut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pejabat militer Iran menilai laporan mengenai penutupan Selat Hormuz tidak benar dan tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di kawasan itu masih berlangsung normal sesuai aturan navigasi internasional.

Menurut pernyataan dari pejabat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) seperti dikutip CGTN, Minggu (8/3/2026), Iran tidak mengambil langkah untuk memblokade selat tersebut. Namun, pihaknya menegaskan akan tetap menjaga keamanan wilayah perairannya dari setiap ancaman yang dianggap berbahaya bagi kepentingan nasional.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa jika suatu saat Iran benar-benar memutuskan menutup Selat Hormuz, keputusan tersebut akan diumumkan secara resmi kepada komunitas internasional.

Meski membantah adanya penutupan, Iran memberikan peringatan keras terkait situasi keamanan di kawasan tersebut. Pihak militer menyebut kapal yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat atau Israel dapat dianggap sebagai target potensial jika memasuki wilayah yang dinilai sensitif.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia sendiri meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutu-sekutunya.

Sejumlah insiden keamanan di laut juga dilaporkan terjadi, termasuk serangan terhadap kapal tanker yang disebut mengabaikan peringatan dari pihak Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Karena itu, setiap potensi gangguan di jalur tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar energi global. Banyak negara pengimpor minyak serta perusahaan pelayaran kini memantau perkembangan situasi dengan sangat hati-hati.

Meski Iran memastikan Selat Hormuz masih terbuka, meningkatnya tensi militer di kawasan Teluk membuat risiko keamanan bagi kapal internasional tetap tinggi. (wib)