Waspada Saat Mudik, Ribuan Titik Jalan di Rawan Banjir dan Longsor

Jelang mudik Lebaran 2026, pemerintah memetakan 807 titik jalan rawan banjir dan 1.641 rawan longsor di seluruh Indonesia. Pemudik diminta waspada saat melintas.

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:52 WIB
Waspada Saat Mudik, Ribuan Titik Jalan di Rawan Banjir dan Longsor
Kondisi jalan rusak di Bekasi. Maayarakat khususnya pemudik diminta agar berhati-hati dan waspada. Hallonews

HALLONEWS.ID – Menjelang arus mudik perayaan Idul Fitri 2026, pemerintah memetakan sejumlah titik jalan yang berpotensi mengalami gangguan akibat bencana alam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama musim mudik tetap aman dan lancar.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi ratusan titik rawan banjir serta ribuan titik rawan longsor di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, terdapat 807 titik jalan yang rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik yang berpotensi terdampak banjir rob.
Lokasi tersebut tersebar di berbagai daerah yang dilalui jalur utama perjalanan mudik.

“Seluruh titik ini telah dipetakan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar perjalanan masyarakat saat mudik bisa tetap berjalan dengan aman,” ujar AHY dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Selain memetakan potensi bencana, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional menjelang musim mudik. Saat ini sekitar 47.000 kilometer jalan nasional non-tol di seluruh Indonesia terus dipelihara dan diperbaiki guna menjaga kelayakan jalur transportasi.

AHY menyebutkan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional non-tol menjelang Lebaran telah mencapai 93,2 persen. Kondisi ini mencakup berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Meski demikian, kondisi jalan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih memiliki tingkat kemantapan yang berbeda-beda sehingga tetap memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Untuk mengantisipasi kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem maupun bencana alam, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan unit khusus bernama Disaster Relief Unit (DRU).

Tim ini bertugas merespons secara cepat apabila terjadi kerusakan jalan selama periode mudik. DRU akan mengerahkan alat berat serta material perbaikan guna menambal jalan berlubang atau memperbaiki jalur yang rusak agar tidak menghambat perjalanan pemudik.

Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap potensi gangguan di jalur mudik dapat diminimalkan sehingga mobilitas masyarakat selama libur Lebaran dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman. (min)