Arus Kendaraan ke Puncak Menurun 25 Persen pada H+4 Lebaran 2026
Penurunan volume kendaraan pada H+4 Lebaran menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan Puncak mulai menyusut.

HALLONEWS.ID – Arus kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengalami penurunan pada H+4 Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak masih tetap diberlakukan oleh pihak kepolisian.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, menyampaikan bahwa terjadi penurunan volume kendaraan sekitar 25 persen dibandingkan hari sebelumnya yang merupakan puncak arus wisata.
Hingga pukul 09.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju Puncak tercatat sekitar 5.000 unit, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya pada waktu yang sama yang mencapai 8.000 kendaraan.
“Terjadi penurunan sekitar 3.000 kendaraan dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan animo masyarakat yang menuju Puncak mulai berkurang,” ujarnya di Pos Terpadu Simpang Gadog.
Iptu Afif menegaskan, pada Senin (23/3/2026), volume kendaraan yang melintasi jalur Puncak dalam kurun waktu 24 jam mencapai sekitar 100.000 unit.
Angka tersebut meningkat sekitar 10.000 kendaraan dibandingkan hari sebelumnya, sehingga ditetapkan sebagai puncak arus wisata lebaran tahun ini.
Tingginya volume kendaraan pada hari tersebut membuat pihak kepolisian memberlakukan sistem one way lebih awal, yakni sejak pukul 07.00 WIB hingga tengah malam.
Untuk hari ini, sistem one way mulai diberlakukan pukul 08.00 WIB. Penerapan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus lalu lintas yang relatif lebih landai dibandingkan hari sebelumnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas selanjutnya akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan perkembangan volume kendaraan di lapangan.
Penurunan arus kendaraan pada H+4 Lebaran menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan Puncak mulai menurun setelah mencapai puncaknya sehari sebelumnya. Meski demikian, pengaturan lalu lintas tetap diperlukan guna menjaga kelancaran dan keamanan pengguna jalan,” tegasnya. (opy)
