Bupati Tangerang Turun Tangan Bongkar Bangli Sungai Cirarab, Tekan Risiko Banjir dan Ancaman Bencana

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, ikut menertibkan bangunan liar. Sungai Cirarab memiliki fungsi vital sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam dan berhulu dari wilayah Legok.

Minggu, 12 April 2026 - 14:00 WIB
Bupati Tangerang Turun Tangan Bongkar Bangli Sungai Cirarab, Tekan Risiko Banjir dan Ancaman Bencana
Foto/ Sumber R Ginting/Hallonews.Id Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung mengawal penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Cirarab, sekaligus memulai langkah konkret normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, Minggu (12/4/2026).

HALLONEWS.ID – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung mengawal penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Cirarab, sekaligus memulai langkah konkret normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, Minggu (12/4/2026).

Tak hanya memimpin, Bupati Maesyal bahkan ikut membantu proses pengangkatan puing bangunan hasil pembongkaran sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir dan keselamatan warga.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari serangkaian musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, Dinas PUPR Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, camat, hingga masyarakat dan pemilik bangunan di sepanjang bantaran sungai.

“Alhamdulillah, hari ini penertiban dan penataan di bantaran Sungai Cirarab mulai dilaksanakan. Semua sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujar Bupati Maesyal kepada Hallonews.id

Ia menegaskan, Sungai Cirarab memiliki fungsi vital sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam dan berhulu dari wilayah Legok.

Untitled 19 4
Foto/ Sumber R Ginting/Hallonews.Id
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung mengawal penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Cirarab, sekaligus memulai langkah konkret normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, Minggu (12/4/2026).

Namun, kondisi bantaran sungai saat ini mengalami abrasi dan pengikisan tanah yang cukup parah, sehingga meningkatkan risiko banjir dan membahayakan warga.

“Di lapangan terlihat jelas terjadi penggerusan tanah. Bangunan di bantaran sungai sangat berisiko, terutama saat debit air meningkat. Ini bisa mengancam keselamatan warga,” jelasnya.

Sebanyak 62 bangunan ditertibkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 41 bangunan di Kecamatan Pasar Kemis dan 21 bangunan di Kecamatan Sepatan. Penertiban dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi banjir dan bencana lainnya.

“Ini bukan sekadar penertiban, tetapi upaya perlindungan masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Usai pembongkaran, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melanjutkan tahap normalisasi sungai, diikuti pembangunan turap guna memperkuat struktur bantaran.

Untitled 20 4
Foto/ Sumber R Ginting/Hallonews.Id
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung mengawal penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Cirarab, sekaligus memulai langkah konkret normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, Minggu (12/4/2026).

“Setelah akses alat berat terbuka, normalisasi langsung dilakukan. Selanjutnya pembangunan turap untuk memperkuat bantaran dan meminimalisir banjir,” tambahnya.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat penanganan dan memberikan hasil optimal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Banten dan BBWS. Ini kerja bersama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ungkapnya.

Bupati Maesyal pun mengajak masyarakat untuk mendukung penataan tersebut demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertata, dan bebas dari ancaman banjir.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar upaya ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(gin)