Kecelakaan Bekasi Timur Jadi Alarm, Empat Perlintasan Sebidang Bakal Ditutup Permanen
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur menjadi alarm keselamatan. Empat perlintasan sebidang akan ditutup untuk mencegah tragedi serupa terulang.

HALLONEWS.ID – Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) lintas Bekasi–Jakarta di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menjadi peringatan serius bagi keselamatan infrastruktur transportasi, khususnya perlintasan sebidang.
Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat dengan melakukan evaluasi menyeluruh. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penutupan sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai semakin berisiko di tengah tingginya mobilitas kendaraan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, keberadaan perlintasan sebidang tidak lagi sejalan dengan kondisi lalu lintas saat ini. Selain rawan kecelakaan, perlintasan tersebut juga bertentangan dengan ketentuan perkeretaapian yang mengharuskan jalur rel bersifat tertutup.
“Perlintasan seperti di Ampera dan Bulak Kapal sudah sangat membahayakan. Insiden kecil kerap terjadi hingga akhirnya berujung kecelakaan besar seperti saat ini,” kata Tri, Kamis (30/4/2026).

Foto: Hallonews/Abdullah MS
Berdasarkan data Pemerintah Kota Bekasi, terdapat sedikitnya empat titik yang menjadi prioritas penutupan, yakni perlintasan di Jalan Muhammad Yamin, Ampera, Bulan-bulan, dan Jalan Agus Salim. Keempat lokasi tersebut dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Respons juga datang dari pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto memastikan percepatan pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan.
“Bekasi merupakan wilayah dengan mobilitas tinggi, sementara kebutuhan jalur kereta sangat mendesak. Karena itu, pembangunan flyover segera direalisasikan melalui bantuan Presiden,” kata Prabowo saat meninjau korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, persoalan perlintasan sebidang tidak hanya terjadi di Bekasi. Di Pulau Jawa, terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan yang sebagian besar merupakan infrastruktur lama.
Pemerintah pun menyiapkan langkah penataan secara bertahap, mulai dari pembangunan flyover hingga penyediaan pos penjagaan resmi. Upaya tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran hingga Rp4 triliun guna meningkatkan keselamatan masyarakat. (dul)
