Aksi Terobos Palang Kereta Masih Marak, Cerminkan Rendahnya Kesadaran Keselamatan
Aksi pengendara menerobos pintu kereta api menunjukkan lemahnya kesadaran keselamatan. Ahli menilai faktor mindset, lingkungan, dan penegakan hukum jadi penyebab utama

HALLONEWS.ID — Aksi pengendara sepeda motor yang nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Bogor.
Perilaku ini dinilai berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, meskipun berbagai insiden serupa telah berulang kali terjadi.
Pengamat keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting, menilai fenomena tersebut mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memahami risiko di jalan raya.
Menurutnya, sebagian besar pengguna jalan belum memiliki pola pikir keselamatan yang matang.
Banyak pengendara mengetahui bahaya, namun tetap mengambil risiko karena merasa dampak buruk tidak akan terjadi pada diri mereka.
“Kesadaran terhadap risiko belum terbentuk dengan baik. Banyak orang baru berubah setelah mengalami kejadian yang merugikan secara langsung,” ujarnya dikutip wartawan media ini Senin (4/5/2026).
Jusri menjelaskan bahwa, rendahnya disiplin keselamatan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti, mindset yang keliru terhadap risiko
Pengguna jalan cenderung mengabaikan potensi bahaya meskipun rambu dan peringatan sudah jelas terlihat.
Kemudian pengaruh lingkungan sosial dimana perilaku melanggar aturan sering dianggap wajar karena dilakukan oleh banyak orang, bahkan terkadang didukung oleh lingkungan sekitar.
Minimnya literasi keselamatan dan kurangnya edukasi, membuat masyarakat tidak memahami konsekuensi fatal dari tindakan berisiko di perlintasan kereta api.
Serta penegakan hukum yang belum konsisten. Ketidakpastian sanksi membuat pelanggaran terus berulang tanpa efek jera yang kuat.
Ia juga menyoroti bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih tertib saat berada di luar negeri karena adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor tengah mematangkan rencana penutupan perlintasan sebidang di kawasan Pasar Anyar, tepatnya di Jalan MA Salmun.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan bahwa penutupan perlintasan akan diiringi dengan penyediaan fasilitas alternatif bagi masyarakat, khususnya pejalan kaki.
Salah satu solusi yang sedang dibahas adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Namun, realisasi proyek tersebut masih terkendala aspek pembiayaan dan teknis pelaksanaan.
Selain lokasi tersebut, perlintasan lain di wilayah Kebon Pedes juga tengah dikaji untuk penanganan jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan underpass atau flyover.
Para ahli menekankan bahwa, keselamatan di jalan raya tidak bisa hanya bergantung pada aturan dan infrastruktur.
Diperlukan perubahan cara pandang masyarakat agar keselamatan menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban.
“Tanpa perubahan tersebut, pelanggaran di perlintasan kereta api dikhawatirkan akan terus terjadi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa di masa mendatang,” tegasnya. (opy)
