Mendag dan Zulhas Sidak Pasar Palmerah, Harga MINYAKITA di Jawa-Sumatera Stabil

Mendag Budi Santoso dan Zulhas meninjau Pasar Palmerah untuk memastikan harga pangan tetap stabil. MINYAKITA di Jawa dan Sumatera sesuai HET, sementara distribusi ke Papua dan Maluku terus diperkuat.

Kamis, 14 Mei 2026 - 1:00 WIB
Mendag dan Zulhas Sidak Pasar Palmerah, Harga MINYAKITA di Jawa-Sumatera Stabil
Mendag Busan menyebut harga minyak goreng rakyat MINYAKITA di wilayah Sumatra dan Jawa masih terjaga sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. (Kemendag for Hallonews)

HALONEWS.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan berbagai komoditas bahan pokok di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan (HA) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam sidak tersebut, Budi Santoso atau yang akrab disapa Mendag Busan menyebut harga minyak goreng rakyat MINYAKITA di wilayah Sumatera dan Jawa masih terjaga sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Namun, ia mengakui harga MINYAKITA di wilayah Papua dan Maluku masih relatif tinggi akibat kendala distribusi.

“Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ujar Mendag Busan.

Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan BUMN pangan guna menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Menurutnya, distribusi minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO) melalui BUMN pangan bahkan sudah melampaui ketentuan minimal pemerintah.

“Minimal 35 persen dan pada prinsipnya produsen tidak ada masalah. Sekarang sudah lebih dari 50 persen minyak goreng DMO yang tersalurkan melalui BUMN Pangan,” katanya.

Mendag Busan juga menegaskan MINYAKITA bukan minyak goreng subsidi, melainkan bagian dari kewajiban pasokan dalam negeri atau DMO yang harus dipenuhi pelaku usaha.

Selain itu, Kemendag disebut terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi melalui dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Sementara itu, Zulhas memastikan kondisi pangan nasional saat ini aman dengan stok yang mencukupi bahkan berlebih.

Ia meminta Perum Bulog mengintensifkan distribusi MINYAKITA ke wilayah-wilayah yang harga jualnya masih tinggi, termasuk Papua dan Maluku.

Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas dijual sesuai atau bahkan di bawah HET dan harga acuan pemerintah.

Harga beras SPHP Bulog tercatat Rp12.500 per kilogram, MINYAKITA Rp15.700 per liter, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram.

Selain itu, bawang putih honan dijual Rp35.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp21.000 per liter, dan tepung terigu Rp12.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Palmerah, Eko, mengaku stok MINYAKITA masih tersedia dan dijual sesuai HET pemerintah.

“Saya inginnya stok ada terus supaya masyarakat mudah mendapatkan minyak goreng,” ujar Eko.

Pedagang lainnya, Anwar, juga menjual minyak goreng premium berbagai merek seharga Rp21.000 per liter dan telur ayam ras Rp27.000 per kilogram.

Ia berharap harga minyak goreng tetap stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kalau bisa harganya terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” kata Anwar. (agn)