Pemprov DKI Setop Sementara CFD Rasuna Said, Parkir Liar hingga Kemacetan Jadi Sorotan

CFD Rasuna Said dinilai efektif mengurai kepadatan Sudirman-Thamrin, namun masih menyisakan banyak catatan teknis di lapangan.

Senin, 18 Mei 2026 - 12:20 WIB
Pemprov DKI Setop Sementara CFD Rasuna Said, Parkir Liar hingga Kemacetan Jadi Sorotan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo. Foto Diskominfotik for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan meniadakan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perdana CFD di koridor tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said sebenarnya memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama sebagai alternatif ruang publik dan area olahraga baru di Jakarta.

Menurut Syafrin, hasil pengukuran kualitas udara selama pelaksanaan HBKB juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan hari kerja biasa.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said memberikan alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Kualitas udara di sekitar lokasi juga tercatat lebih baik saat kegiatan berlangsung,” ujar Syafrin, Minggu (17/5/2026).

Selain itu, keberadaan koridor baru CFD disebut mampu mengurangi penumpukan warga di kawasan Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi pusat kegiatan HBKB tingkat provinsi.

Berdasarkan data Dishub DKI, jumlah pengunjung CFD di kawasan Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin turun drastis dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 atau berkurang sekitar 52,97 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di Rasuna Said mampu memecah konsentrasi masyarakat sehingga aktivitas warga menjadi lebih tersebar,” katanya.

Meski demikian, Pemprov DKI mengakui pelaksanaan CFD di Rasuna Said masih menyisakan sejumlah persoalan teknis yang perlu segera dibenahi sebelum kegiatan kembali dilaksanakan.

Beberapa kendala yang ditemukan antara lain belum tersedianya titik putar kendaraan di sisi timur dan barat koridor, belum optimalnya pembatas jalur Transjakarta, hingga maraknya parkir liar di sejumlah titik.

Tak hanya itu, penataan UMKM juga menjadi sorotan karena aktivitas pedagang meluas hingga menggunakan badan jalan. Di sisi lain, proyek pekerjaan jalan pada rute alternatif dinilai masih memicu kepadatan kendaraan di sekitar kawasan.

“Dishub DKI juga mencatat adanya perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel yang dinilai membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.

Lanjutnya, penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival pun membuat sejumlah pelari dan pesepeda menggunakan jalur bus Transjakarta.

Syafrin juga memastikan seluruh persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti bersama tim lintas perangkat daerah agar pelaksanaan HBKB berikutnya dapat berjalan lebih tertib dan aman.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan aktivitas masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said lebih nyaman, aman, dan tertib,” jelasnya.

Selain pembenahan teknis, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung hukum sebagai dasar resmi pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said.

Rencananya, HBKB di koridor tersebut akan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

“Pemprov DKI berharap kehadiran jalur baru CFD dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik sekaligus menciptakan kawasan olahraga dan interaksi sosial baru di tengah padatnya aktivitas ibu kota,” pungkasnya. (fer)