Pemkot Bekasi Tagih Janji Pembangunan Flyover Bulak Kapal ke Pemerintah Pusat
Pemkot Bekasi mulai menekan pemerintah pusat agar pembangunan Flyover Bulak Kapal segera direalisasikan usai kecelakaan kereta dan kemacetan parah kembali jadi sorotan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Bekasi mulai bergerak menagih kejelasan pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur. Proyek jalan layang menjadi solusi kemacetan dan keselamatan warga agar segera mendapat kepastian bantuan dari pemerintah pusat.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Menteri Sekretaris Negara guna mempertanyakan percepatan realisasi Bantuan Presiden (Banpres) untuk proyek tersebut.
Desakan itu muncul setelah kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026 kembali memicu kekhawatiran soal keselamatan di perlintasan sebidang Bulak Kapal.
“Bantuan itu sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga Kota Bekasi,” kata Harris di Plaza Pemkot Bekasi, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, pembangunan flyover tak bisa lagi sekadar menjadi wacana. Pemkot Bekasi ingin ada kepastian apakah bantuan pemerintah pusat akan diberikan dalam bentuk pembangunan fisik maupun skema lainnya.
Flyover Bulak Kapal dinilai mendesak karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik kemacetan paling parah di Kota Bekasi. Selain padat kendaraan, perlintasan kereta api di lokasi itu juga kerap memicu antrean panjang dan rawan kecelakaan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Idi Sutanto mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum sebenarnya sudah melakukan survei dan pemetaan lokasi proyek.
Namun hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu disposisi lintas kementerian sebagai dasar dimulainya pembangunan fisik. “Kami masih menunggu kabar lanjutan. Mudah-mudahan akhir Mei ini sudah ada kepastian,” kata Idi.
Pemkot Bekasi berharap proyek flyover tersebut segera direalisasikan agar konflik lalu lintas di perlintasan sebidang bisa berkurang dan insiden kecelakaan tidak kembali terulang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk segera membangun flyover pada jalur perlintasan sebidang kereta api di Bekasi. Perintah itu disampaikan Prabowo seusai menjenguk para korban kecelakaan kereta yang dirawat di RSUD Bekasi.
Prabowo memerintahkan jajarannya segera menginvestigasi atas kejadian kecelakaan yang terjadi. Namun, secara garis besar, Prabowo menyoroti banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga.
Untuk itu, Prabowo menyetujui usulan Pemda Bekasi membangun flyover di lokasi kejadian. Anggaran pembangunan flyover itu bersumber dari bantuan presiden (banpres). (dul)
