IPB University dan RKAS Gelar Edukasi Inklusif Berbasis Alam untuk Anak Down Syndrome

IPB University bersama Rumah Kreasi Anak Spesial (RKAS) mengadakan program edukasi berbasis alam bagi anak down syndrome melalui kegiatan interaktif mengenal lingkungan, satwa, dan peternakan di Kampus Dramaga.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:00 WIB
IPB University dan RKAS Gelar Edukasi Inklusif Berbasis Alam untuk Anak Down Syndrome
IPB University menggelar edukasi berbasis alam bagi anak berkebutuhan khusus di Kampus Dramaga. (Foto: Humas IPB for Hallonews)

HALLONEWS.ID – IPB University bekerja sama dengan Rumah Kreasi Anak Spesial (RKAS) menggelar kegiatan edukasi inklusif berbasis alam bagi anak-anak penyandang down syndrome di Kampus Dramaga, Bogor.

Program bertajuk “Belajar dan Bersahabat dengan Alam” tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui interaksi dengan lingkungan serta berbagai jenis satwa.

Sebanyak 16 anak mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan orang tua atau wali. Kegiatan juga melibatkan pengurus RKAS dan mendapat dukungan dari berbagai unsur sivitas akademika IPB University.

Penasihat RKAS, Prof. Anik Djuraidah, mengatakan pembelajaran di alam terbuka memberikan manfaat yang luas bagi anak berkebutuhan khusus.

“Pendekatan ini mampu memberikan stimulasi yang lebih komprehensif, baik dari aspek sensorik, sosial, maupun emosional anak,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan nyata dapat membantu mengoptimalkan perkembangan kemampuan sensorik, sosial, dan emosional anak.

Selama kegiatan berlangsung, aspek keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi perhatian utama.

Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus IPB University, Dr. Lina Noviyanti Sutardi, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan pengawasan yang memadai sehingga peserta dapat mengikuti setiap aktivitas dengan aman.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke kawasan Taman Hutan Kampus. Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di lingkungan kampus. Anak-anak juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan rusa melalui kegiatan pemberian pakan.

Aktivitas tersebut bertujuan memberikan stimulasi sensorik sekaligus mendorong rasa ingin tahu dan keberanian peserta.

Sekretaris Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) Eva Rachmawati menuturkan bahwa pemanfaatan kawasan kampus sebagai ruang belajar terbuka dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Selanjutnya, peserta diajak mengunjungi area peternakan yang dikelola Fakultas Peternakan IPB University. Di lokasi ini, mereka dikenalkan dengan berbagai jenis hewan ternak seperti sapi dan domba, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai cara pemeliharaannya.
Anak-anak juga diberi kesempatan untuk memberikan pakan secara langsung kepada hewan ternak.

Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Edit Lesa Aditia menilai interaksi dengan hewan ternak dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Selain mengenalkan dunia peternakan, kegiatan tersebut juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan bertanggung jawab.

Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas serta peralatan medis yang digunakan dalam pelayanan kesehatan hewan.

Dokter hewan RSHP SKHB IPB University, Dr. drh. Arni Diana Fitri, menjelaskan pentingnya memahami kebutuhan dan perilaku satwa agar interaksi yang dilakukan dapat berlangsung aman bagi manusia maupun hewan.

Melalui program ini, RKAS berharap kegiatan edukasi berbasis pengalaman langsung dapat terus dikembangkan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran yang inklusif sekaligus menghadirkan pengalaman bermakna bagi anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengenal lingkungan dan kehidupan satwa secara lebih dekat. (opy)