Miliki 80 Koleksi Sejarah, Museum Pajajaran Resmi Diaktivasi dan Mulai Dibuka untuk Masyarakat
Museum Pajajaran di Kota Bogor resmi diaktivasi pada peringatan HJB ke-544. Museum ini memiliki sekitar 80 koleksi sejarah, termasuk sumbangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi mengaktivasi Museum Pajajaran bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Aktivasi museum tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda di Kota Bogor.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Bogor, serta sejumlah mitra strategis.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pengembangan Museum Pajajaran, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi.
Menurutnya, kehadiran museum ini menjadi sarana penting untuk menjaga dan memperkenalkan sejarah Kerajaan Pajajaran kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik melalui hibah, pinjaman, maupun sumbangan koleksi yang berkaitan dengan sejarah Pajajaran,” ujar Dedie, Rabu (3/6/2026).
Saat ini, Museum Pajajaran telah memiliki sekitar 80 koleksi yang terdiri atas berbagai benda pusaka, artefak sejarah, alat musik tradisional, hingga buku-buku langka. Sebagian koleksi tersebut merupakan sumbangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sebanyak 33 koleksi berasal dari Fadli Zon, sementara 37 benda pusaka lainnya diberikan oleh berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah dan budaya Sunda.
Selain koleksi fisik, museum juga menghadirkan alur cerita sejarah (storyline) yang disusun melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran untuk memberikan pengalaman edukatif kepada pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan pengelolaan museum akan terus dikembangkan, termasuk penambahan koleksi dan peningkatan sistem keamanan.
Untuk tahap awal, Museum Pajajaran akan dibuka untuk masyarakat satu kali dalam sepekan. Kebijakan tersebut dilakukan sambil mengevaluasi minat pengunjung dan menyempurnakan berbagai fasilitas pendukung.
“Ke depan koleksi akan terus ditambah dan tata kelola museum akan diperkuat agar nilai sejarah yang tersimpan di Museum Pajajaran semakin lengkap dan terjaga,” kata Firdaus.
Pengembangan Museum Pajajaran sendiri diawali dengan pelestarian Prasasti Batutulis melalui revitalisasi cungkup yang dilakukan Kementerian Kebudayaan.
Selanjutnya, penataan ruang pamer, interior, serta fasilitas pendukung dilakukan secara bertahap hingga museum siap diaktivasi pada momentum HJB ke-544.
Pemkot Bogor berharap Museum Pajajaran dapat menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus pusat pembelajaran budaya yang memperkuat identitas Kota Bogor sebagai daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pajajaran. (opy)
