Basuki Lantik 555 PNS Otorita IKN, Dorong ASN Jadi Motor Perubahan

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono melantik 555 PNS angkatan pertama Otorita IKN dan menekankan empat karakter utama yang harus dimiliki ASN untuk membangun Nusantara.

Selasa, 9 Juni 2026 - 9:00 WIB
Basuki Lantik 555 PNS Otorita IKN, Dorong ASN Jadi Motor Perubahan
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono resmi melantik 555 CPNS menjadi PNS. Foto: Hallonews/agung

HALLONEWS.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono resmi melantik 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Otorita IKN. Momen tersebut menjadi sejarah baru dalam perjalanan pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (8/6/2026).

Selain pengangkatan PNS, sebanyak 494 pegawai juga dilantik dalam jabatan fungsional pertama, serta enam pegawai lainnya memperoleh kenaikan jenjang dan perpindahan jabatan fungsional.

Basuki menilai kehadiran ASN angkatan pertama menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan pemerintahan di IKN.

Mereka diharapkan tidak sekadar menjadi pegawai, tetapi menjadi bagian dari identitas baru Otorita IKN.

“Jangan hanya bekerja sebagai PNS di Otorita, tetapi jadilah insan Otorita yang memiliki semangat membangun Nusantara,” ujar Basuki.

Menurutnya, tantangan di IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang modern serta berkelanjutan.

Untuk itu, Basuki menitipkan empat karakter utama yang harus dimiliki ASN Otorita IKN.

Karakter pertama adalah kompetensi. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang memiliki kemampuan teknis dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kedua, integritas yang melahirkan keberanian dalam menjalankan tugas. Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen moral yang harus dijaga sepanjang masa pengabdian.

Karakter ketiga adalah loyalitas profesional. Menurutnya, loyalitas ASN harus diberikan kepada tugas, profesi, dan kepentingan negara, bukan kepada individu tertentu.

“ASN harus memiliki loyalitas profesional, bukan loyalitas kepada figur,” tegasnya.

Karakter terakhir adalah inovasi. Basuki menilai pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu menghadirkan solusi kreatif dan beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.

Selain itu, ia mengajak seluruh ASN baru menjadikan profesi sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa sekaligus ibadah, sehingga setiap tugas yang dijalankan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Pelantikan tersebut turut disaksikan para rohaniwan lintas agama sebagai simbol bahwa sumpah jabatan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebanyak 555 PNS angkatan pertama Otorita IKN yang dilantik berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan rentang usia 20 hingga 35 tahun.

Mereka diproyeksikan menjadi generasi awal birokrasi yang akan menopang operasional pemerintahan di ibu kota baru.

Sebelum resmi dilantik, para ASN tersebut telah mengikuti berbagai program pembinaan, termasuk pendampingan dari Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk memperkuat disiplin, kekompakan, dan karakter kepemimpinan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para PNS angkatan pertama Otorita IKN melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Kusuma Bangsa.

Kegiatan itu menjadi simbol komitmen mereka dalam mendukung pembangunan IKN sebagai kota hutan yang modern, hijau, dan berkelanjutan. (agn)