Kemkomdigi Perkuat Literasi Digital Generasi Muda untuk Cegah Kejahatan Siber
Kemkomdigi menggencarkan literasi digital bagi generasi muda sebagai langkah strategis menekan kejahatan siber dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam beraktivitas di ruang digital.

HALLONEWS.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat program literasi digital bagi generasi muda sebagai upaya strategis mencegah meningkatnya berbagai bentuk kejahatan di ruang siber.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa literasi digital menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menekan angka kejahatan digital yang semakin kompleks dan beragam.
“Literasi digital menjadi salah satu tugas Kemkomdigi untuk menurunkan kejahatan di ranah digital, termasuk yang menyasar generasi muda,” ujar Meutya saat menghadiri kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Meutya, generasi muda merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban kejahatan digital karena tingginya intensitas penggunaan internet. Dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia, sebanyak 230 juta di antaranya telah terhubung dengan internet, dengan dominasi pengguna berasal dari kalangan muda.
Karena itu, Kemkomdigi menilai peningkatan literasi digital menjadi langkah paling efektif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman di dunia maya, mulai dari penipuan online, penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
“Yang paling utama dan kami yakini efektif adalah meningkatkan literasi digital kepada generasi muda,” kata Meutya.
Ia juga mengajak anak muda Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi kejahatan digital dengan aktif menyebarkan pemahaman mengenai keamanan berinternet kepada lingkungan sekitar.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting karena mereka bukan hanya pengguna internet terbesar, tetapi juga kelompok yang paling merasakan dampak perkembangan teknologi digital.
“Dalam berbagai kegiatan literasi, kami selalu melibatkan generasi muda. Meskipun isu ini menyangkut seluruh masyarakat, generasi muda adalah pengguna internet terbesar dan yang paling merasakan dampaknya,” ujarnya.
Kemkomdigi berkomitmen untuk terus memperluas program literasi digital melalui kerja sama dengan berbagai organisasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan kelompok masyarakat lainnya.
Meutya berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kejahatan digital sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat Indonesia.
“Anak-anak muda saat ini adalah calon pemimpin dan penerus bangsa. Karena itu, kami akan terus menggencarkan program literasi digital melalui organisasi, komunitas, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya,” pungkasnya. (gin)
