J&T Cargo Dukung Circular Economy, Kelola 8,2 Ton Limbah Bersama Decathlon Foundation dan Yayasan KDM
J&T Cargo bersama Decathlon Foundation Indonesia dan Yayasan KDM berhasil mengelola 8,2 ton limbah operasional ritel melalui program circular economy yang mendukung lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

HALLONEWS.ID – J&T Cargo memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program pengelolaan limbah berbasis circular economy atau ekonomi sirkular bersama Decathlon Foundation Indonesia dan Kampus Diakoneia Modern (Yayasan KDM).
Kolaborasi ini berhasil mengelola sekitar 8,2 ton limbah operasional ritel selama periode Maret hingga Mei 2026.
Program tersebut menghubungkan sektor ritel, logistik, dan komunitas sosial dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Limbah yang dikumpulkan dari berbagai titik operasional ritel di Jakarta kemudian didistribusikan oleh J&T Cargo ke Yayasan KDM untuk dikelola melalui jaringan bank sampah komunitas.
Brand & Corporate Culture J&T Cargo Indonesia, Fanny, menjelaskan bahwa perusahaan berperan sebagai mitra logistik yang memastikan proses pengumpulan dan distribusi limbah berjalan secara terjadwal dan terdokumentasi.
“Limbah yang dikumpulkan umumnya terdiri dari material operasional ritel seperti karton, plastik, hanger, serta berbagai material kemasan lainnya yang masih memiliki nilai ekonomis dalam sistem bank sampah,” ujar Fanny.
Menurutnya, total pengelolaan limbah yang mencapai 8,2 ton menunjukkan konsistensi pelaksanaan program yang dilakukan secara berkala dan terstruktur.
Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program ini juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Berdasarkan estimasi internal menggunakan faktor emisi standar, pengalihan limbah ke sistem bank sampah diperkirakan mampu menghindari emisi hingga 40 ton CO₂e selama periode pelaksanaan.
“Angka ini merupakan estimasi dampak tidak langsung dari pengelolaan limbah melalui sistem bank sampah dan bukan hasil pengukuran langsung di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, program ini juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Melalui mekanisme bank sampah yang dijalankan Yayasan KDM, hasil pengelolaan limbah digunakan untuk mendukung berbagai program sosial, mulai dari pendidikan anak-anak rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Fanny menilai kolaborasi antara Decathlon Foundation Indonesia, J&T Cargo, dan Yayasan KDM menjadi contoh nyata bagaimana sistem logistik dapat berkontribusi dalam menciptakan rantai nilai ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
“Hal ini membuka perspektif baru bagi kami bahwa logistik bukan hanya soal pengiriman barang, tetapi juga tentang bagaimana sebuah sistem dapat menciptakan dampak yang lebih bermakna bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Melalui program ini, J&T Cargo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik logistik berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial dan lingkungan.
Inisiatif tersebut juga melanjutkan berbagai program sosial yang sebelumnya dijalankan bersama Decathlon Foundation Indonesia, termasuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Jakarta.
Ke depan, J&T Cargo akan terus menghadirkan berbagai program melalui inisiatif CSR “Satu Langkah Satu Kebaikan” sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. (HN)
