Magang Nasional 2026 Buka 150.000 Kuota, Penyandang Disabilitas Bisa Ikut Mendaftar
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150.000 peserta dan membuka akses bagi lulusan profesi serta difabel.

HALLONEWS.ID – Pemerintah memperluas cakupan peserta dalam Program Magang Nasional 2026 dengan membuka kesempatan bagi lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan akses yang lebih inklusif bagi para pencari kerja sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pendaftaran program tersebut akan dimulai pada 15 Juli 2026.
Berbeda dari tahun sebelumnya, program kali ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sarjana (S1), tetapi juga menyasar lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
“Selain lulusan S1, tahun ini peserta juga berasal dari lulusan pendidikan profesi dan saudara-saudara kita penyandang difabel atau disabilitas,” ujar Teddy di Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Pemerintah juga meningkatkan kapasitas program secara signifikan. Jika pada 2025 kuota peserta mencapai 100.000 orang, maka tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 150.000 peserta.
Menurut Teddy, peningkatan kuota dilakukan karena program magang terbukti mampu menjadi jalur efektif menuju dunia kerja.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun lalu, sekitar 30 persen peserta berhasil direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
“Tahun lalu peserta magang lebih dari 100.000 orang. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen langsung mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program selama enam bulan,” ungkapnya.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa Program Magang Nasional bukan sekadar pelatihan, melainkan menjadi jembatan nyata bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan pendaftaran peserta akan dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama dibuka pada 15 Juli 2026 dengan kuota 50.000 peserta.
Setelah kuota tahap pertama terpenuhi, pemerintah akan membuka dua gelombang berikutnya dengan jumlah yang sama, sehingga total peserta yang mengikuti Program Magang Nasional sepanjang 2026 mencapai 150.000 orang.
“Batch pertama sebanyak 50 ribu orang. Selanjutnya akan dibuka batch kedua dan ketiga dengan masing-masing kuota 50.000 peserta,” kata Yassierli.
Melalui penambahan kuota dan perluasan sasaran peserta, pemerintah berharap Program Magang Nasional 2026 mampu menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kompetensi lulusan, serta menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda. (agn)
