Gempa M5,5 Guncang Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Talaud, Maluku Utara, Selasa (7/7/2026). BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum memicu gempa susulan

HALLONEWS.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Maluku Utara, pada Selasa (7/7/2026) pukul 14.16.29 WIB.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan gempa terjadi pada kedalaman 40 kilometer dengan episenter berada di laut.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 40 kilometer,” ujar Wijayanto.
Ia menjelaskan, pusat gempa berada pada koordinat 3,21 derajat Lintang Utara dan 127,47 derajat Bujur Timur, atau sekitar 107 kilometer barat laut Pulau Doi, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak memiliki potensi tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Laporan dari masyarakat menyebutkan getaran gempa dirasakan di wilayah Naha dengan intensitas II-III MMI.
Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk yang sedang melintas.
Sementara di Tobelo, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yaitu getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Menurut Wijayanto, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat pergerakan sesar geser naik (oblique thrust fault).
Hingga pukul 14.30 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman.
Selain itu, masyarakat diimbau hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, termasuk situs resmi BMKG serta akun media sosial resminya. (opy)
