Titik Api TPA Jatiwaringin Tersisa 5 Hektare, Bupati Maesyal: Masih Ada Bara di Bawah Timbunan
Upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang masih terus dilakukan melalui jalur darat maupun udara untuk menjangkau titik-titik api yang berada di area timbunan sampah.

HALLONEWS.ID – Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengklaim penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin menunjukkan perkembangan signifikan.
Luas area yang sebelumnya terdampak kebakaran hingga sekitar 15 hektare, kini menyusut menjadi sekitar 5 hektare dengan titik api yang tersisa hanya berada di sejumlah lokasi.
“Sekarang sudah sekitar 5 hektare dan itu pun spot-spot, tidak semua hamparan terdapat api,” ujar Maesyal, Selasa (7/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Maesyal naik hingga mendekati puncak timbunan sampah untuk memastikan kondisi titik api yang masih menyala.
Menurutnya, kepulan asap di sisi timur mulai terkendali, meski angin kencang masih memicu keluarnya gas metana yang menyebabkan asap bergerak ke arah permukiman di bagian barat.
“Ada beberapa titik karena anginnya kencang, gas metana muncul. Karena angin cukup besar, asap mengarah ke barat, ke permukiman,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah tetap menyiagakan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Mulai dari evakuasi, penyediaan logistik, hingga pelayanan kesehatan apabila kondisi memburuk.
Di sisi lain, upaya pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat maupun udara.
Menurut Maesyal, penambahan helikopter masih dibutuhkan untuk menjangkau titik-titik api yang berada di area timbunan sampah dan sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran.
“Memang ada lokasi-lokasi yang harus disiram melalui udara. Opsi penambahan helikopter juga telah dirumuskan bersama agar lokasi-lokasi timbunan sampah yang tidak bisa dijangkau kendaraan dapat dipadamkan dari udara,” katanya.
Pemkab Tangerang bersama kementerian terkait, BNPB, dan Manggala Agni terus berkoordinasi untuk menentukan langkah prioritas agar proses pemadaman berlangsung lebih efektif.
“Langkah kita terus berkoordinasi dengan seluruh tim yang ada untuk memutuskan prioritas penanganan. Selain itu, kami juga terus menenangkan masyarakat sekaligus mengatur penempatan warga sesuai arah angin agar tidak lagi terdampak asap yang mengarah ke permukiman,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak mengendurkan kewaspadaan meski kebakaran telah memasuki pekan pertama penanganan.
Menurutnya, masih terdapat bara api di bawah timbunan sampah yang berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak dipadamkan secara menyeluruh.
“Saya mohon kepada seluruh camat agar aktif melakukan pemantauan wilayah serta membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa, kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimcam guna mendeteksi secara dini berbagai potensi kebakaran maupun bencana lainnya,” ujarnya. (iin)
