Pramono Genjot Normalisasi Ciliwung, Pembebasan Lahan di Cawang yang Mandek Bertahun-tahun Dikebut

Dengan percepatan pembebasan lahan di Cawang, Pemprov DKI berharap proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sempat tersendat selama bertahun-menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi banjir di Jakarta.

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:12 WIB
Pramono Genjot Normalisasi Ciliwung, Pembebasan Lahan di Cawang yang Mandek Bertahun-tahun Dikebut
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proses pembebasan lahan di RW 03 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghidupkan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sempat mandek selama bertahun-tahun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kini memacu pembebasan lahan di kawasan Cawang sebagai langkah mempercepat pembangunan tanggul dan mengurangi risiko banjir yang selama ini menghantui Ibu Kota.

Saat meninjau proses pembebasan lahan di RW 03 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026), Pramono mengungkapkan progres pembebasan lahan mulai menunjukkan hasil. Dari target 170 bidang tanah, sebanyak 62 bidang telah berhasil dibebaskan.

“Alhamdulillah, di RW 03 Kelurahan Cawang ini dari target 170 bidang, telah selesai 62 bidang. Namun hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” ujar Pramono.

Ia menegaskan, proyek normalisasi yang lama terhenti itu kini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, penyelesaian pembebasan lahan menjadi kunci agar pembangunan tanggul bisa kembali berjalan tanpa hambatan.

“Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya,” katanya.

Pemprov DKI mencatat, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer, masih terdapat sekitar 16,55 kilometer yang membutuhkan pembebasan lahan sebelum konstruksi dapat dilaksanakan.

Untuk mempercepat program tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar pada 2026. Dana itu tidak hanya digunakan untuk pembebasan lahan di Kali Ciliwung, tetapi juga mendukung normalisasi Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.

Pramono memastikan program itu akan berlanjut pada 2027. Ia bahkan menargetkan salah satu ruas utama normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang dapat rampung bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

“Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada 2027 guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta. Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud,” ujarnya.

Sepanjang 2026, pembebasan lahan difokuskan pada sepanjang dua kilometer di wilayah Cawang, Rawajati, dan Pengadegan. Kawasan Cawang juga dijadikan proyek percontohan sebelum pembebasan lahan diperluas ke 14 kelurahan di sepanjang aliran sungai.

Empat kelurahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengadaan tanah meliputi Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan. Sementara itu, sepuluh kelurahan lainnya masih menunggu penyelesaian dokumen pengadaan tanah sebelum penetapan lokasi dilakukan. (*)