Dedie Rachim Dorong Kebun Kopyor Bogor Jadi Pusat Riset dan City of Gastronomy

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai Kebun Kopyor PPKS memiliki potensi besar sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan City of Gastronomy saat membuka Festival Kopyor 2026.

Minggu, 12 Juli 2026 - 0:23 WIB
OFF
Dedie Rachim Dorong Kebun Kopyor Bogor Jadi Pusat Riset dan City of Gastronomy
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai Kebun Kopyor milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan riset, inovasi, dan sektor gastronomi di Kota Bogor. (Humas Pemkot Bogor for hallonews)

HALLONEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendorong pengembangan Kebun Kopyor milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor sebagai pusat riset, inovasi, sekaligus penggerak sektor gastronomi di Kota Bogor.

Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Kopyor 2026 di Kebun Kopyor PPKS Unit Bogor, Jalan Jabaru, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (11/7/2026).

Festival Kopyor 2026 merupakan agenda tahunan yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga. Puncak kegiatan berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, dengan melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dedie mengatakan Kebun Kopyor memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia karena luas kawasan dan potensi pengembangannya.

Menurutnya, aset tersebut dapat disinergikan dengan visi Kota Bogor sebagai kota riset, sains, dan kreatif yang berkelanjutan.

“Ini potensi yang sangat luar biasa. Daerah lain di Indonesia tidak ada yang memiliki kebun kopyor seluas ini. Saya ingin mensinergikan dan mengkolaborasikan dengan program Kota Bogor, yaitu menjadikan kota riset, sains, kreatif yang maju dan berkelanjutan,” ujar Dedie.

Ia menilai keberadaan Kebun Kopyor menjadi modal penting bagi pengembangan penelitian di perguruan tinggi maupun lembaga riset, sekaligus mendukung cita-cita menjadikan Kota Bogor sebagai City of Gastronomy.

Untuk itu, ia berharap dukungan penuh dari PPKS dan para pemangku kepentingan agar potensi tersebut terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kita ingin potensi besar ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan Kota Bogor,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Winarna, berharap Festival Kopyor dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.

“Kopyor diharapkan semakin memberikan warna bagi Kota Bogor. Ini bagi kami memberikan nilai tambah. Semoga makin bagus dan semakin ramai,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Riza Arief Putranto, menjelaskan bahwa Festival Kopyor 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang bertujuan mendekatkan masyarakat dengan ekosistem pengembangan Kebun Kopyor.

Menurutnya, Kebun Kopyor PPKS menjadi kebun pertama di dunia yang menggabungkan fungsi agronomi dan pariwisata.

Kehadirannya juga menjadi sarana memperkenalkan kelapa kopyor sebagai salah satu varietas unggul kelapa Indonesia yang memiliki keunikan di tingkat dunia.

“Kebun Kopyor tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga menggambarkan sebuah ekosistem yang saling berinteraksi. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar potensi ini terus terjaga dan berkembang,” kata Riza.

Ia optimistis pengembangan kelapa kopyor akan membawa manfaat yang lebih luas, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan UMKM, hingga pelestarian lingkungan melalui pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan. (opy)