Pemkot Bogor Mulai Buka Akses R2 Sisi Utara, Ditargetkan Jadi Jalur Alternatif Pengurai Kemacetan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan tahapan pembukaan akses Jalan Ring Road (R2) sisi utara yang berada di kawasan depan El Centro dan berbatasan dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR)

Sabtu, 11 Juli 2026 - 7:00 WIB
Pemkot Bogor Mulai Buka Akses R2 Sisi Utara, Ditargetkan Jadi Jalur Alternatif Pengurai Kemacetan
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung proses pembukaan akses jalan bagi R2. (Foto: Pemkot Bogor for hallonews)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan tahapan pembukaan akses Jalan Ring Road (R2) sisi utara yang berada di kawasan depan El Centro dan berbatasan dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

Tahap awal pembangunan diawali dengan proses land clearing atau pembersihan lahan sebagai persiapan konstruksi.

Pembersihan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor meliputi pemangkasan semak belukar hingga pengangkatan puing-puing sisa bangunan agar lokasi siap memasuki tahap pembangunan jalan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung proses tersebut pada Jumat (10/7/2026), didampingi Kepala DPUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Kepala BKAD Kota Bogor Lia Kania Dewi, serta Camat Bogor Utara Riki Robiansyah.

Dedie mengatakan, pembukaan akses R2 sisi utara merupakan hasil pemetaan aset milik Pemkot Bogor yang dinilai memiliki tingkat urgensi tinggi untuk segera dimanfaatkan.

“Ring Road 2 sisi utara ini dari hasil pemetaan bisa kita mulai. Selama ini belum diprioritaskan karena lahannya masih disewa pihak El Centro. Namun berdasarkan data yang kami miliki, El Centro sudah tidak beroperasi sejak 2022 dan belum melunasi kewajibannya atas penyewaan lahan,” ujarnya.

Menurut Dedie, pemerintah tidak dapat terus menunggu karena keberadaan jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membantu mengurangi kemacetan di pusat Kota Bogor.

Akses R2 sisi utara nantinya akan menghubungkan Jalan KS Tubun menuju kawasan OCBD hingga Kaum Sari.

Setelah Jalan Kaum Sari selesai ditingkatkan, jalur tersebut akan tersambung dengan Jalan Regional Ring Road (R3) menuju Katulampa.

“Ini salah satu langkah yang harus segera kita ambil supaya permasalahan kemacetan di tengah Kota Bogor bisa terurai sedikit demi sedikit,” tegas Dedie.

Ia menambahkan, pembukaan akses ini menjadi solusi percepatan konektivitas karena pembangunan R3 yang menghubungkan hingga kawasan Kuntum-Wangun masih berlangsung secara bertahap.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih menjelaskan, tahap awal pembangunan akan membuka akses jalan sepanjang 350 meter dengan lebar 32 meter.

Selain membuka badan jalan, pihaknya juga melakukan penyesuaian elevasi karena terdapat perbedaan kontur yang cukup signifikan antara sisi Jalan KS Tubun dan kawasan OCBD Kaum Sari.

“Kami melakukan penyesuaian elevasi karena kondisi eksisting dari Simpang KS Tubun Tol BORR menuju El Centro menanjak, sementara ke arah OCBD Kaum Sari menurun,” jelas Esti.

Ia menambahkan, kondisi jalan di kawasan OCBD Kaum Sari sebelumnya telah dilakukan pengerasan sehingga pekerjaan saat ini tinggal difokuskan pada pemantapan lapis perkerasan.

Secara keseluruhan, Jalan R2 dirancang memiliki dua sisi, yakni sisi utara dan sisi selatan, yang akan menghubungkan kawasan KS Tubun hingga Kampung Rambay di perbatasan Kota Bogor dengan Sentul, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Meski proses pembangunan terus berjalan, Esti mengatakan penyelesaian proyek tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Dalam periode 2026 hingga 2028, Pemkot Bogor masih memprioritaskan penyelesaian Jalan Regional Ring Road (R3) hingga tembus ke kawasan Wangun.

“Untuk target R2, kami terus upayakan berproses sambil melihat kondisi penganggaran. Karena untuk tahun ini sampai 2028, kami memprioritaskan pembangunan R3 agar tembus keseluruhan hingga ke Wangun,” pungkasnya. (opy)