KPK Sebut Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain, Tak Tercantum di LHKPN
KPK mengungkap rumah pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul diduga menggunakan nama pihak lain sehingga tidak tercantum dalam LHKPN.

HALLONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa rumah milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap LHKPN Febrie.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, rumah di Sentul tersebut diduga tercatat atas nama pihak lain atau menggunakan mekanisme nominee.
“Sudah dilakukan pemeriksaan atas LHKPN yang bersangkutan. Rumah yang di Sentul diduga atas nama nominee,” ujar Aminuddin kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Pernyataan itu muncul setelah Febrie Adriansyah mengakui bahwa rumah di Sentul yang sebelumnya digeledah aparat kepolisian merupakan rumah pribadinya.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan barang bukti berupa sekitar 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam jumlah sangat besar yang diduga berkaitan dengan penyidikan sejumlah perkara korupsi.
Dilihat dari situs e-LHKPN KPK, Jumat (10/7), Febrie melaporkan tanah dan bangunan miliknya ada lima. Tanah dan bangunannya berada di Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Bandung.
LHKPN itu berisi laporan harta sepanjang tahun 2025. Berikut rinciannya:
1. Tanah dan Bangunan Seluas 220 m2/180 m2 di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 2.308.250.000
2. Tanah Seluas 652 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 597.232.000
3. Tanah Seluas 704 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 644.864.000
4. Tanah Seluas 2.301 m2 di Kabupaten/Kota Bandung, hasil sendiri, Rp 473.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 638 m2/200 m2 di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan, Rp 10.829.474.000
Hingga kini, aparat penegak hukum masih terus mendalami asal-usul aset yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut, termasuk menelusuri keterkaitannya dengan penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani. (*)
