JAM Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Sorotan, Ini Profil, Rekam Jejak, dan Harta Kekayaannya

Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik. Simak perjalanan karier, total harta kekayaan Rp18,26 miliar, dan deretan kasus besar yang pernah ditanganinya.

Kamis, 9 Juli 2026 - 7:31 WIB
JAM Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Sorotan, Ini Profil, Rekam Jejak, dan Harta Kekayaannya
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah. Foto: Kejagung for Hallonews

HALLONEWS.ID – Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik setelah penyidik Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Penggeledahan penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sejumlah lokasi, termasuk sebuah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Penyidik menggeledah lokasi di kawasan Sudirman dan Kuningan, termasuk rumah serta kantor pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dalam operasi itu, polisi menyita tumpukan uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura yang disimpan di dalam brankas tersembunyi di balik lemari sebuah restoran. Selain uang tunai, penyidik turut mengamankan berbagai dokumen berkaitan dengan penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mengusut dua laporan polisi yang berkaitan dengan dugaan korupsi, suap, dan TPPU.

Perkara tersebut disebut berhubungan dengan penanganan kasus PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya sepanjang 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNO.

“Penyidikan juga dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi yang berdampak pada pemadaman listrik (blackout) di Sumatera,” kata Victor Dean Macbon.

Di tengah berkembangnya penyidikan, perhatian publik ikut tertuju kepada rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang kini tampak dijaga aparat TNI.

Perjalanan Karier Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968. Meski dilahirkan di ibu kota, masa kecil hingga menempuh pendidikan tinggi lebih banyak dihabiskan di Jambi.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di provinsi tersebut, kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Jambi. Pendidikan hukumnya berlanjut ke jenjang magister dan doktor Ilmu Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya.

Kariernya sebagai jaksa dimulai pada 1996 saat bertugas di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Jambi. Seiring waktu, kariernya terus menanjak dengan menduduki berbagai jabatan strategis.

Febrie pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.

Setelah itu, ia dipercaya menjabat Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sebelum diangkat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Juli 2021.

Sejak 10 Januari 2022, Febrie resmi menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung dan memimpin berbagai penyidikan kasus korupsi bernilai besar.

Deretan Kasus Besar yang Ditangani

Di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung menangani sejumlah perkara korupsi yang menyita perhatian nasional.

Beberapa di antaranya adalah dugaan suap dalam perkara Ronald Tannur yang menyeret mantan pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar, operasi tangkap tangan terhadap hakim Pengadilan Negeri Surabaya, hingga pengusutan dugaan mafia peradilan.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga menangani mega skandal korupsi tata niaga timah di PT Timah dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.

Kasus besar lain yang ditangani meliputi dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, proyek BTS 4G Bakti Kominfo, perkara jual beli emas PT Antam, hingga penyidikan dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan dan sejumlah perusahaan swasta.

Penanganan berbagai perkara tersebut membuat nama Febrie Adriansyah identik dengan pengungkapan kasus korupsi berskala besar di Indonesia.

Harta Kekayaan Febrie Adriansyah

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Desember 2024, total kekayaan Febrie Adriansyah mencapai Rp18.261.445.180.

Mayoritas asetnya berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp14,85 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung.

Selain aset properti, ia melaporkan kepemilikan empat kendaraan, yakni Honda HR-V, Toyota Land Cruiser Prado, Peugeot 2008, dan Toyota Alphard dengan total nilai sekitar Rp2,31 miliar.

Febrie juga memiliki kas dan setara kas sekitar Rp938 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp60 juta, serta harta lain sebesar Rp100 juta. Dalam laporan tersebut, tidak tercantum adanya utang sehingga total kekayaannya mencapai sekitar Rp18,26 miliar.

Hingga kini, Febrie Adriansyah masih menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung dan menjadi salah satu figur sentral dalam penanganan perkara-perkara korupsi besar di Indonesia.

Di tengah penyidikan yang sedang berlangsung oleh kepolisian, perhatian publik pun kembali tertuju pada sosok jaksa yang selama ini dikenal memimpin pengusutan sejumlah kasus besar tersebut. (dul)