Akses Batutulis Diganti, Pemkot Bogor Kebut Pembangunan Jalan Saleh Danasasmita
Pemkot Bogor kebut pembangunan akses Jalan Saleh Danasasmita sebagai pengganti Batutulis longsor. Fisik ditargetkan mulai 2–3 bulan lagi.

HALLONEWS.ID – Setelah akses Batutulis terdampak longsor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat. Tahap awal pembangunan akses Jalan Saleh Danasasmita resmi dimulai dengan pekerjaan pematangan lahan dan cut and fill sebagai jalur pengganti.
Langkah ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, di lokasi Sumur Tujuh, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.
“Hari ini Pemkot Bogor mulai pekerjaan cut and fill pada akses jalan pengalihan dari Jalan Saleh Danasasmita. Lahan sudah dibebaskan, sementara pembangunan fisik masih dalam proses lelang oleh Pemprov Jawa Barat,” ujar Denny, Senin (23/2/2026).
Pemkot menargetkan pembangunan fisik jalan dapat dimulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan, setelah proses lelang dan review perencanaan rampung.
Akses baru ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi warga yang terdampak gangguan mobilitas akibat longsor Batutulis.
Dalam tahap awal, lima pohon di sisi jalan dipangkas dan akan dipindahkan. Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, memastikan pohon-pohon tersebut akan diballing dan ditanam kembali di lokasi lain.
Sementara itu, jaringan utilitas seperti listrik, kabel telekomunikasi, dan air minum diminta segera ditata ulang agar tidak menghambat konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyebut penanganan utilitas ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu.
Pemkot juga memastikan bangunan di lokasi yang tidak memiliki sertifikat akan dibongkar sesuai aturan.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, menegaskan pentingnya sosialisasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
“Koordinasi dan komunikasi harus berjalan cepat dan tepat. Ini tugas bersama,” tegasnya.
Dengan dimulainya tahap awal ini, Pemkot Bogor memberi sinyal kuat bahwa akses Batutulis tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Warga kini menanti realisasi pembangunan fisik yang dijanjikan dalam beberapa bulan ke depan. (opy)
