Aksi Heroik Brimob Tembus Kobaran Api SPBE Cimuning Bekasi demi Selamatkan Warga
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi picu kepanikan. Brimob bergerak cepat menembus api, mengamankan warga dari ancaman ledakan susulan.

HALLONEWS.ID – Suasana mencekam menyelimuti Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, saat kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sejak Rabu (1/4) malam hingga Kamis (2/4) dini hari.
Kepulan asap tebal dan bau gas yang menyengat memicu kepanikan warga. Mereka berhamburan menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko ledakan susulan. Dalam insiden ini, sebanyak 14 orang dilaporkan mengalami luka bakar.
Di tengah situasi darurat tersebut, personel Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan pengamanan dan evakuasi di lokasi kejadian.
Petugas langsung membentuk perimeter pengamanan dengan mensterilkan jalur-jalur utama di sekitar lokasi. Arus lalu lintas dialihkan guna memudahkan akses mobil pemadam kebakaran yang terus hilir mudik membawa suplai air.
Di sejumlah titik rawan, aparat berjaga untuk memastikan warga tidak mendekat ke area berisiko tinggi.
Mengingat lokasi merupakan fasilitas pengisian gas, potensi ledakan susulan menjadi ancaman serius.
“Penanganan harus cepat dan terukur karena ini menyangkut keselamatan banyak orang,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang sempat membesar. Kobaran api perlahan berhasil dikendalikan berkat kerja keras tim gabungan.
Proses pendinginan terus dilakukan hingga menjelang subuh untuk memastikan tidak ada sisa gas yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Sekitar pukul 04.00 WIB, situasi mulai terkendali. Api berhasil dipadamkan dan area dinyatakan relatif aman. Meski demikian, aparat masih bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan lanjutan.
Setelah api padam, tim Inafis kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Di luar area pembatas, aktivitas warga perlahan kembali normal. Namun, peristiwa tersebut masih meninggalkan jejak berupa bau gas dan puing-puing yang mengingatkan akan besarnya risiko yang terjadi.
Aksi sigap aparat dinilai menjadi faktor penting dalam meredam kepanikan dan mencegah dampak yang lebih luas. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor melalui layanan darurat 110 jika terjadi kondisi darurat.
Diketahui, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas saat proses pengisian di SPBE Cimuning. Insiden tersebut memicu ledakan yang menyebabkan api cepat membesar.
Sebanyak 14 orang mengalami luka bakar, beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius. Petugas gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api setelah mengerahkan puluhan personel ke lokasi. (dul)
