Arus Balik Lebaran H+5, Jalur Cianjur Masih Padat Didominasi Pemudik Motor
Berdasarkan pantauan di lapangan, volume kendaraan yang melintas mencapai sekitar 500 unit per menit. Kendaraan berasal dari perbatasan Bandung Barat–Cianjur di kawasan Haurwangi melaju menuju jalur Puncak untuk tujuan Jakarta dan sekitarnya.

HALLONEWS.ID – Memasuki H+5 Lebaran, Kamis (26/3/2026), arus balik pemudik di jalur utama Cianjur menuju wilayah Jabodetabek dan Banten masih terpantau tinggi.
Pergerakan kendaraan didominasi oleh pemudik sepeda motor, terutama pada pagi dan petang hari. Tingginya mobilitas ini menunjukkan arus balik masih berlangsung intensif meski telah memasuki hari kelima pasca-Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, volume kendaraan yang melintas mencapai sekitar 500 unit per menit. Kendaraan berasal dari perbatasan Bandung Barat–Cianjur di kawasan Haurwangi melaju menuju jalur Puncak untuk tujuan Jakarta dan sekitarnya.
Kepadatan meningkat secara bertahap hingga menjelang Jumat (27/3/2026) petang. Namun demikian, kondisi lalu lintas di sejumlah titik rawan seperti Pasar Ciranjang, Tugu Lampu Gentur, Pasar Cipanas, hingga kawasan Puncak masih relatif terkendali.
Kendaraan tetap dapat melintas dengan kecepatan sedang tanpa antrean panjang yang berarti.
Memasuki Jumat sore, volume kendaraan di jalur Puncak perbatasan dengan Cipanas mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini dipicu oleh bercampurnya arus balik pemudik dengan kendaraan wisatawan dari berbagai destinasi di kawasan tersebut.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way).
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan bahwa sistem satu arah diterapkan lebih awal dari biasanya, setelah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Bogor.
“Pada H+5 Lebaran, volume kendaraan masih ramai. Kami memberlakukan one way pada petang hari dari arah Puncak–Cianjur menuju Bogor agar tidak terjadi kemacetan parah,” ujarnya.

Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, puluhan personel disiagakan di sejumlah titik strategis. Kehadiran petugas dinilai krusial dalam mengatur ritme kendaraan di tengah tingginya volume arus balik.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman hingga sampai ke tujuan.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian mengaku, jalur utama Puncak–Cianjur masih menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pemudik sepeda motor.
Selain kondisi jalan yang memadai, banyaknya fasilitas penunjang seperti tempat istirahat menjadi alasan utama.
Tak hanya itu, keberadaan destinasi wisata di sepanjang jalur turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik.
“Wisatawan berbaur dengan kepala arus balik. Jalur mulai dari Cianjur, Cipanas hingga puncak pass menuju Bogor, menjadi jalur pilihan, perjalanan arus balik,” tegasnya.
Menurutnya, jalur Cianjur menuju kawasan wisata puncak Bogor, menawarkan kenyamanan lebih karena memungkinkan pemudik beristirahat sekaligus menikmati wisata.
Secara keseluruhan, meski volume kendaraan tinggi, arus lalu lintas di jalur utama Cianjur hingga kawasan Puncak masih dalam kondisi terkendali berkat rekayasa lalu lintas dan pengawasan petugas di lapangan.
Situasi ini diharapkan tetap stabil hingga puncak arus balik Lebaran yang berakhir pada hari Minggu 29 Maret 2026 besok. (opy)
