Dari Bogor, Jande Hadirkan Ketan Susu Tradisional Rasa Kekinian

Mengusung slogan "Lali rupane, eling rasane". Artinya, konsumen tidak perlu penampilan, namun butuh rasa yang selalu diingat,". Kini sudah ada 30 varian yang sudah berdiri di beberapa daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:00 WIB
Dari Bogor, Jande Hadirkan Ketan Susu Tradisional Rasa Kekinian
Harpa Ranusono, pengusaha muda asal Kota Bogor yang berhasil menyulap ketan susu tradisional menjadi sajian kekinian dengan puluhan varian rasa. Foto: Dok Harpa Ranusono

HALLONEWS.ID – Udara sejuk kawasan Kawasan Puncak selalu menghadirkan cerita tentang wisata, kemacetan akhir pekan, dan deretan kuliner yang menggoda selera.

Di tengah geliat itu, sebuah jajanan sederhana berbahan dasar ketan justru mencuri perhatian anak muda.

Namanya Jande, singkatan dari Jajanan Ndeso. Di balik nama unik tersebut, ada sosok Harpa Ranusono (25), pengusaha muda asal Kota Bogor yang berhasil menyulap ketan susu tradisional menjadi sajian kekinian dengan puluhan varian rasa.

“Pemilihan kata Jande ini supaya gampang diingat saja. Memang ada yang suka memelesetkannya jadi ketan susu janda,” ujarnya tersenyum kepada wartawan Sabtu (21/2/2026).

Ia menuturkan, usaha ini terinspirasi dari Malang, Jawa Timur. Ide usaha ini bermula saat dirinya menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, Kota Malang. Di kota tersebut, ia mengenal jajanan ketan susu yang sederhana namun digemari banyak kalangan.

Sepulang ke Bogor, ia melihat peluang. Di tengah menjamurnya kuliner modern ala Barat, ia ingin membuktikan bahwa jajanan tradisional pun bisa tampil kompetitif.

“Kenapa tidak jajanan tradisional ini bisa bersaing dengan bisnis kuliner yang sedang tren?” katanya.

Sejak dirintis pada 10 April 2015, Jande berkembang dengan konsep kaki lima menggunakan tenda di Jalan Raya Pajajaran, Bogor.

Lapak ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB, menjadi salah satu tujuan berburu kuliner malam warga Bogor dan wisatawan dari kawasan Puncak.

Usaha yang ia rintis, kini sudah memiliki 30 varian rasa, dengan harga yang bersahabat.
Berbeda dari ketan susu konvensional,

“Jande menawarkan sekitar 30 varian rasa. Konsumen bebas memilih topping sesuai selera. Menu andalan di antaranya mangga, pisang, pisang keju, Nutella, Ovomaltine, srikaya, Oreo, hingga varian susu stroberi, blueberry, dan durian,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, mulai Rp8 ribu hingga Rp15 ribu per porsi. Dalam sehari, Jande mampu menjual sekitar 300 porsi.

Belakangan, Ranu juga memperluas usahanya dengan membuka lapak baru di Pasar Modern BSD, Serpong, dengan konsep yang sama.

Di tengah hawa dingin Puncak dan riuhnya lalu lintas Bogor, ketan susu hangat dengan taburan topping manis menjadi pilihan sederhana namun berkesan.

“Slogan kami lali rupane, eling rasane. Konsumen tidak perlu penampilan, tapi butuh rasa yang selalu diingat,” ujar Ranu.

Dari kawasan penyangga ibu kota hingga jalur wisata Puncak, Jande menjadi contoh bagaimana inovasi mampu mengangkat kembali jajanan ndeso menjadi primadona baru.

“Slogan kami, “Lali rupane, eling rasane”. Artinya, konsumen tidak perlu penampilan, namun butuh rasa yang selalu diingat,” katanya tersenyum. (yopy)