Dedie Rachim Ajak Aktivis Lingkungan Kunjungi Rekosistem, Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengajak aktivis dan pengelola bank sampah mengunjungi fasilitas Rekosistem untuk memperkuat pemilahan sampah dari hulu dan mendorong pemanfaatan limbah bernilai ekonomis.

HALLONEWS.ID — Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak para aktivis lingkungan, pengelola bank sampah, TPS3R, serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau langsung fasilitas pemulihan material milik Rekosistem di kawasan Bogor Selatan.
Kunjungan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah Kota Bogor meraih sertifikat predikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup pada 2025. Pemkot ingin memastikan capaian tersebut tidak berhenti pada penghargaan, melainkan diterjemahkan dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
Di fasilitas Rekohub, rombongan melihat proses pemulihan material dari berbagai jenis sampah seperti plastik, logam, beling, elektronik, kertas, hingga kardus. Seluruh material dipilah sesuai spesifikasi kebutuhan industri agar dapat kembali menjadi bahan baku.
Tak hanya itu, mereka juga meninjau proses filtrasi minyak jelantah. Limbah rumah tangga ini diproses agar memiliki nilai tambah, salah satunya berpotensi menjadi bahan baku pembuatan avtur.
Dedie menegaskan, arah kebijakan pengelolaan sampah di Bogor kini tidak lagi bertumpu pada pendekatan hilir semata seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau konsep waste to energy. Menurutnya, kunci utama ada pada pemilahan sejak sumbernya.
“Kita ingin pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga. Kalau dari hulu sudah terpilah, maka limbah bernilai ekonomis bisa dimanfaatkan dan memberi keuntungan bagi warga,” ujar Dedie di Balaikota, Jumat (27/2/2026).
Ia berharap tercipta ekosistem yang jelas dan berkelanjutan, mulai dari alur distribusi sampah plastik, kepastian pasar, stabilitas harga, hingga sistem logistik yang rapi. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang ekonomi.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman, menjelaskan bahwa perusahaannya telah menjangkau lebih dari 90.000 rumah tangga di berbagai daerah.
Secara nasional, Rekosistem mengelola dan mendaur ulang sekitar 130 juta kilogram sampah per tahun serta bermitra dengan lebih dari 1.000 agregator di 126 kabupaten/kota.
Di Bogor sendiri, fasilitas Rekohub berdiri di atas lahan 3.000 meter persegi dengan luas bangunan 756 meter persegi. Setiap tahun, fasilitas tersebut mampu mengelola sekitar 2,3 juta botol plastik serta 600 ribu kilogram minyak jelantah.
Menurut Ernest, proses penyaringan dan pengujian laboratorium menjadi bagian penting agar material yang dihasilkan memenuhi standar industri. Dengan demikian, rantai ekonomi sirkular dapat berjalan optimal.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lingkungan.
Pemkot Bogor menargetkan sistem persampahan yang lebih berkelanjutan, berbasis kolaborasi, serta memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. (opy)
