Dibuka Akhir Juni, Sekolah Rakyat Bekasi Terima 270 Siswa dengan Sistem Asrama
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dijadwalkan beroperasi akhir Juni 2026 dengan kuota 270 siswa. Program ini memprioritaskan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 dan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar untuk tahun ajaran 2026/2027.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan proses persiapan telah memasuki tahap akhir. Pada tahun pertama, sekolah akan menerima total 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Insya Allah kegiatan belajar mengajar dimulai akhir Juni sesuai kuota yang telah ditetapkan,” kata Alamsyah, Minggu (14/6/2026).
Setiap jenjang akan memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas. Selain menerima peserta didik baru, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi juga akan menampung 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya mengikuti program rintisan di Kota Bekasi.
Menurut Alamsyah, calon peserta didik diprioritaskan berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data Kementerian Sosial yang telah diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski demikian, proses pendataan masih terus dilakukan karena kebutuhan calon siswa tingkat SD belum sepenuhnya terpenuhi. Dari sisi pembangunan, pemerintah menyebut progres fisik sekolah hampir rampung dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi ruang kelas, asrama putra dan putri, tempat tinggal wali asrama dan pengajar, ruang makan, tempat ibadah, ruang serbaguna, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dibangun di atas lahan sekitar 5,4 hektare yang dihibahkan kepada Kementerian Sosial sebagai operator program. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan Sekolah Rakyat tahap kedua di Jawa Barat.
Sementara Anggota Komisi V DPR RI Daniel Muttaqien mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan mutu bangunan. Ia mengibaratkan proses pengerjaan proyek seperti kisah pembangunan Candi Roro Jonggrang dikebut dalam waktu yang relatif singkat.
Meski dibangun dengan target waktu yang ketat, Daniel berharap kualitas fasilitas tetap menjadi prioritas sehingga sekolah dapat memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
“Berdasarkan laporan terbaru, progres pembangunan telah mencapai sekitar 83 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk menerima murid baru pada tahun ajaran 2026/2027,” kata Daniel.
Dengan konsep pendidikan terpadu berbasis asrama, pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu mencetak generasi yang unggul sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi. (dul)
