KDM Ultimatum Bekasi: 7 Hari Pasang Palang Otomatis atau Nyawa Melayang Lagi!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ultimatum Pemkot Bekasi pasang palang pintu kereta otomatis dalam 7 hari usai kecelakaan maut.

Kamis, 30 April 2026 - 12:30 WIB
KDM Ultimatum Bekasi: 7 Hari Pasang Palang Otomatis atau Nyawa Melayang Lagi!
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau korban kecelakaan Bekasi Timur di RSUD Kota Bekasi. Foto: Pemkot Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengeluarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kota Bekasi. Ia meminta pemasangan palang pintu kereta otomatis di sejumlah perlintasan sebidang harus rampung dalam waktu sepekan.

Perintah tegas itu disampaikan langsung kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat meninjau lokasi kecelakaan maut di kawasan Bekasi Timur.

“Pasang saja. Dalam seminggu ini harus terpasang oleh Pak Wali Kota, sanggup enggak?” tegas Dedi.

“Siap,” jawab Tri singkat.

Ultimatum tersebut bukan tanpa alasan. Insiden tabrakan beruntun antara kereta api dan kendaraan di perlintasan sebidang kembali membuka celah besar dalam sistem keselamatan transportasi di Bekasi.

Dedi menegaskan, solusi jangka panjang memang pembangunan flyover agar perlintasan sebidang bisa dihilangkan. Namun, dalam kondisi saat ini, langkah cepat tetap harus diambil.

“Kalau sudah ada flyover memang tidak diperlukan lagi. Tapi jangka pendek, palang pintu pengamanan harus ada,” ujarnya.

Sementara itu, Tri mengakui masih ada sejumlah perlintasan di Bekasi yang menggunakan sistem manual. Pemkot, kata dia, tengah berproses melakukan pembenahan.

“Sementara masih pakai manual. Sambil berproses,” ujar Tri.

Sebagai langkah darurat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi kini telah mengambil alih pengaturan di titik-titik rawan perlintasan.

“Dishub sudah turun langsung menjaga pintu pelintasan, khususnya di dua titik, termasuk lampu merah Bulak Kapal,” katanya.

Diketahui, kecelakaan maut itu bermula saat sebuah taksi terhenti di tengah Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 Bulak Kapal. KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta menabrak kendaraan tersebut.

Situasi memaksa petugas menghentikan rangkaian KRL lain di Stasiun Bekasi Timur. Namun nahas, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya yang melaju di jalur sama tidak sempat berhenti dan menghantam bagian belakang KRL. (dul)