Tol Jakarta-Tangerang Rawan Macet, Pengguna Diminta Atur Waktu Perjalanan
Jasa Marga rekonstruksi perkerasan di Tol Jakarta-Tangerang hingga 27 Juli 2026. Sejumlah lajur ditutup sementara, pengguna jalan diminta mengatur waktu perjalanan.

HALLONEWS.ID – Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) melakukan rekonstruksi perkerasan di sejumlah titik Ruas Tol Jakarta-Tangerang mulai 18 hingga 27 Juli 2026.
Pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk menjaga kualitas jalan sekaligus memastikan pengguna tetap memperoleh layanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Senior Manager Representative Office 2 JMT Amri Sanusi mengatakan, rekonstruksi tersebut merupakan upaya menjaga keandalan infrastruktur di salah satu ruas tol dengan tingkat mobilitas tertinggi di kawasan Jabodetabek.
“Rekonstruksi perkerasan dilakukan untuk mempertahankan keandalan infrastruktur jalan tol sehingga dapat terus memberikan layanan yang aman, lancar, dan berkualitas bagi pengguna jalan,” kata Amri Sanusi dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).
Menurut dia, kegiatan preservasi jalan ini juga bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan serta mendukung distribusi logistik yang setiap hari melintasi Ruas Tol Jakarta-Tangerang.
Selama pekerjaan berlangsung, Jasa Marga akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi pekerjaan. Meski beberapa lajur ditutup sementara, lajur lainnya tetap dioperasikan agar arus kendaraan tetap dapat mengalir.
Pengguna jalan diimbau mengatur waktu keberangkatan, mengantisipasi potensi kepadatan di sekitar lokasi pekerjaan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Titik Rekonstruksi Tol Jakarta-Tangerang
Jasa Marga merinci sejumlah lokasi yang menjadi sasaran rekonstruksi perkerasan selama periode 18-27 Juli 2026.
Arah Jakarta:
– KM 13+395 hingga KM 13+325 lajur 2 pada 18-20 Juli 2026.
– KM 22+755 hingga KM 22+695 lajur 2 pada 20-22 Juli 2026.
– KM 13+325 hingga KM 13+265 lajur 2 pada 25-27 Juli 2026.
Arah Tangerang:
– Off Ramp KTB 01 di dua titik pekerjaan pada 19-21 Juli 2026.
– KM 19+600 hingga KM 19+630 lajur 2 pada 20-24 Juli 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi area rekonstruksi tidak dapat dilintasi kendaraan. Namun, lajur lainnya tetap dibuka sehingga lalu lintas diharapkan tetap berjalan normal.
Amri memastikan pekerjaan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kelancaran mobilitas pengguna jalan. Karena itu, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan pekerjaan di lapangan.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol serta memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel untuk menghindari kepadatan.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan pelaksanaan pekerjaan dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga 14080 dan 133, aplikasi Travoy, situs resmi Jasa Marga, serta media sosial resmi Jasamarga Metropolitan Tollroad. (dul)
