Kunjungi Aceh Tamiang, Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana

Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meninjau langsung pengungsi di Aceh Tamiang dan memastikan percepatan pembangunan hunian serta bantuan bagi warga terdampak bencana.

Sabtu, 4 April 2026 - 22:30 WIB
Kunjungi Aceh Tamiang, Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana
Kasatgas PRR Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Foto: Kemendagri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (4/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk pengungsi yang masih tinggal di tenda dan hunian sementara.
Dalam peninjauan tersebut, Tito berdialog langsung dengan para pengungsi di tiga desa di Kecamatan Sekerak, yakni Desa Lubuk Sidup, Desa Tanjung Gelumpang, dan Desa Sekumur.

Tito menyampaikan bahwa jumlah pengungsi telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025, ketika sekitar 2,1 juta jiwa sempat mengungsi di tiga provinsi terdampak.

“Yang pemerintah sampaikan adalah pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda mendekati 100 persen. Dari awalnya 2,1 juta jiwa, sekarang tinggal sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 pengungsi, itu sudah 99 persen lebih yang tidak lagi di tenda,” ujar Tito pada Sabtu (4/4/2026).

Meski jumlah pengungsi tersisa relatif sedikit, Tito menegaskan pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap para pengungsi yang masih berada di lokasi pengungsian, khususnya di Aceh Tamiang dan Bireuen.

Untuk pengungsi di Bireuen, pemerintah saat ini tengah membangun hunian tetap (huntap), sementara di Aceh Tamiang pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga melihat langsung progres pembangunan huntara di sejumlah desa, termasuk Desa Sekumur. Ia optimistis pembangunan huntara dapat segera rampung meskipun terdapat kendala geografis seperti akses jalan yang terdampak longsor.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung, sehingga akhir minggu depan semua huntara yang dibangun di tanah masing-masing bisa diselesaikan oleh BNPB,” ujarnya.

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak terus diberikan, mulai dari bantuan bahan makanan, peralatan rumah tangga, hingga bantuan stimulan ekonomi.

Pemerintah juga akan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB dan Satgas PRR, sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun hunian tetap secara terpusat sesuai aspirasi masyarakat yang ingin direlokasi dari daerah rawan bencana di pinggir sungai.

“Tadi saya sudah dengar langsung dari masyarakat dan kepala desa, karena daerahnya rawan di pinggir sungai, masyarakat menghendaki agar dibangunkan hunian tetap dalam bentuk kompleks,” kata Tito.

Ia menambahkan, pembangunan hunian tetap akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dipastikan dengan melibatkan kementerian terkait.

Sementara itu, selama masa transisi, pemerintah memastikan kebutuhan para pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan hunian sementara dan bantuan sosial berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak, antara lain perlengkapan ibadah, sembako, peralatan dapur, serta toren air berkapasitas 2.000 liter. (agn)